Hiii... Ada Penampakan Pocong di Uang Rp50 Ribu

Liputan Menarik, PURBALINGGA - Warga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, digegerkan dengan penampakan pocong pada uang pecahan Rp50 ribu. Gambar pocong muncul setelah uang dideteksi menggunakan money detector UV light.

Sukino, Rabu (1/2/2012), mengatakan penampakan pocong pertama kali terlihat saat dia belanja di sebuah toko.

Saat menyerahkan uang kepada petugas dan dicek menggunakan cahaya ultra violet untuk mengetahui keaslian uang, terlihat penampakan seperti pocong di sebelah kiri. Karena kaget, uang dengan nomor 6mH678165 itu dikembalikan oleh petugas toko dan dibawa pulang kembali oleh Sukino.

Penampakan itu sempat membuat Sukino ketakutan. Dia kemudian menyelipkan uang tersebut di Kitab Suci.

Kabar penampakan tersebut dengan cepat tersebar di Purbalingga bahkan ke daera lain. Warga penasaran dan mendatangi rumah Sukino di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon. Mereka penasaran ingin melihat penampakan pocong pada selembar uang kertas itu.

Bahkan sukino mengaku ada warga Cilacap yang berani menukar uang tersebut dengan uang Rp1 juta. Namun, meski mengaku masih takut, Sukino menolak melepas uang itu.

Hampir Sekujur Tubuh Lelaki Ini Bersisik

Liputan Menarik, BULUKUMBA - Seorang pria di Bulukumba, Sulawesi Selatan, menderita penyakit aneh, hampir sekujur tubuhnya bersisik. Penyakit tersebut sudah puluhan tahun menggerogoti tubuhnya. Kini pemuda tersebut semakin kurus namun perhatian pemerintah pun tak kunjung datang.

Lelaki malang itu adalah Suyuti (40), warga Dusun Kulepang, Desa Benteng Malewang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

“Jika musim kemarau tiba, kulit yang bersisik ini terkelupas dan semakin gatal,” ujar Suyuti di Bulukumba, Rabu (1/2/2012).

Selama ini Suyuti hanya dirawat seadanya di rumahnya oleh sang ibu yang kini sudah renta. Ayah Suyuti juga sudah meninggal dunia. Sebelumnya Suyuti pernah berobat secara medis dan kondisinya sudah agak membaik. Namun kemiskinan memaksa pengobatan medis yang dijalaninya berhenti.

Kini Suyuti hanya berharap semoga ada orang lain yang perihatin melihat kondisinya dan membantunya berobat.

Menjijikkan, Puluhan Tahun Pria Ini Makan Cacing Tanah

Liputan Menarik, JEMBER -  Ada-ada saja kebiasaan pria satu ini, Hariyanto (50), pria asal Jember, Jawa Timur, memiliki kebiasaan aneh.

Setiap hari dirinya gemar memakan cacing tanah mentah-mentah, sungguh suatu kebiasaan yang menjijikkan bagi orang awam.

Setiap hari dirinya memakan sedikitnya tujuh ekor cacing tanah. Bahkan kebiasan aneh yang dimulainya sejak masih kanak-kanak hingga usianya mencapai setengah abad ini tidak diketahui oleh para tetangganya di Desa Karangrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dirinya sengaja merahasiakan kebiasaannya ini karena khawatir akan menjadi cibiran banyak orang.

Hariyanto menceritakan, kebiasaannya memakan cacing tanah ini dimulai saat ia berumur tujuh tahun. Saat itu dirinya terserang penyakit typhus dan gatal-gatal. Oleh almarhumah ibunya, ia selalu diberi obat cacing yang dicampur makanan lain.

Sepeninggal ibunya di tahun 1977, penyakit typhus Hariyanto kembali kambuh. Karena terdorong segera ingin sembuh, ia terpaksa mencari sendiri cacing dan dimakan mentah-mentah.

Kebiasaan inipun berlanjut hingga saat ini. Meskipun tak lagi mengidap penyakit thypus atau gatal-gatal, dirinya tetap saja ketagihan makan cacing. Bahkan jika tidak makan cacing, ia mengeluh badannya terasa pegal dan linu.

Biasanya Hariyanto mencari cacing di sawah yang tak jauh dari rumahnya. Selain langsung dimakan di tempat, Hariyanto tak lupa menyimpan cacing-cacing itu untuk persediaan di rumah.

Bayi Pun Bisa Melakukan Yoga

Nisa Zakiati Umami
Liputan Menarik, MOSKOW - Lena Fokina memutar-mutarkan bayi di atas kepalanya sebagai rutinitas 'yoga bayi'. Sebelumnya, itu telah dilarang karena dikhawatirkan akan berdampak pada pelecehan anak.

Banyak orang percaya bahwa 'yoga bayi' itu dilakukan dengan boneka. Tapi wanita berumur 51 tahun itu, meyakinkan bahwa bayi tersebut benar-benar asli dan dia sudah berlatih selama 30 tahun.  

Sebagian besar bayi dibiarkan menangis, menjerit atau muntah selama atau setelah digerakan. Lena menegaskan hal itu baik untuk bayi.

"Kebanyakan orang berpikir bahwa bayi baru lahir hanya bisa berbaring di tempat tidur, makan, dan menangis. Tapi bayi yang lahir dengan normal, kita bisa bantu perkembangan mereka secara fisik dan intelektual," ujar Lena seperti dikutip Daily Mail, Senin (27/2/2012).

 "Saya bekerja bersama-sama dengan orang tua dari seluruh Eropa. Saya rasa ada sejumlah orangtua yang berpikiran terbuka bahwa ada gerakan 'yoga bayi' yang bisa dipraktekkan," ujar wanita yang juga sudah menjadi nenek itu.

Menurut Lena, yoga bayi pertama kali dipraktekkan oleh suku-suku kuno di Afrika. Akan tetapi, pada kelanjutannya yoga ini kemudian dikembangkan oleh ilmuwan Rusia, Dr. Igor Charkovsky.

Lena menambahkan, bahwa metode ini pada awalnya dikembangkan untuk menyembuhkan dan memperbaiki masalah otot atau tulang pada ana-anak. Tetapi baru-baru ini diketahui bahwa metode tersebut juga cocok untuk kesehatan anak.

Gerakan itu dirancang untuk meningkatkan kemampuan otot dan perkembangan mereka. Dia juga tidak khawatir terjadi ketegangan pada sendi bayi dan anggota badan.

Beberapa orang tua yang berada di Rusia dan Ukraina, tampak puas karena mereka menyaksikan Lena berdiri di atas lantai kerikil untuk mengobati bayi mereka.

Di sisi lain, Selama tahun-tahun, dokter di seluruh dunia telah memperingatkan bahwa gerakan tidak wajar itu dapat menyebabkan perdarahan otak, pendarahan retina dan pembengkakan otak, yang umumnya dikenal sebagai Shaken Baby Syndrome (SBS). Namun Lena menyangkal hal tersebut. 

"Semua anak-anak saya tumbuh sesuai dengan metode Charkovsky dan mereka tumbuh untuk mencapai hasil yang luar biasa dalam hidup. Mereka adalah juara di terjun payung, terjun bebas dan berkuda. Sekarang anak-anak saya berlatih metode-metode yang sama pada anak-anak mereka sendiri. Ini adalah bukti terbaik," tegasnya.

Sumber: okezone.com|Bayi Pun Bisa Melakukan Yoga 

7 Bulan Koma, Pria Ini Tiba-Tiba Ungkapkan Penembak Dirinya

Khairisa Ferida
Liputan Menarik, KAIRO - Tidak ada yang mustahil untuk terjadi di dunia ini. Seperti kisah yang dialami oleh seorang pria asal Mesir ini.

Dia yang mengalami koma hampir selama tujuh bulan akibat luka tembak di kepala, tiba-tiba sadar dan dengan cepat mengidentifikasi pelaku yang menembak kepalanya.

"Pria itu tiba-tiba terbangun dan menjelaskan pelaku penembakan terhadap dirinya bernama Muhammad yang berprofesi sebagai seorang tukang cukur. Tak lama setelah itu polisi pergi untuk menangkap pelaku dan pria itu pun meninggal dunia," ungkap sebuah Surat Kabar Mesir seperti dikutip emirates247 Minggu, (26/2/2012).

Pria yang bekerja sebagai pegawai di salah satu instansi pemerintahan Mesir itu ternyata hanya sadar beberapa menit saja untuk mengungkapkan identitas pelaku penembakan terhadap dirinya sebelum akhirnya dia meninggal dunia.

 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna