Lamaran Anang-Ashanty Dihiasi Bunga dari Luar Negeri

Egie Gusman
Liputan Menarik, JAKARTA- Acara lamaran Anang dan Ashanty terasa begitu istimewa. Tempat acara lamaran disulap menjadi tempat yang anggun penuh dengan hiasan bunga.

Bunga yang menjadi hiasannya pun kebanyakan di pesan dari luar negeri. Untuk memesan bunga tersebut kedua pasangan itu memesan dari seminggu yang lalu.

"Tulip, brasika (China), babybreath, caspea, lithianthus, rose dan lilly," urai penata dekorasi, Inal Hatta Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Untuk bunga, Rina Gunawan selaku ketua wedding organizer (WO) mengaku selau kordinasi dengan Ashanty. Karena menurutnya, Ashanty sangat detail dan ingin serbasempurna.

"Kita kasih tau dulu ke Ashanty terutama, dia detail dan perfectionis, apapun ditanya seperti, warna bunga," kata Rina. 

Sedangkan untuk pakaian, Ashanty mengenakan kebaya berwarna ungu muda rancangan desainer ternama, Amy Atmanto. Untuk makanan, kedua pasangan itu memesan menu makanan khas Jawa.

"Kalau makanan dari Hotel Shangrila menyediakan, nasi keraton, bakwan surabaya, daerah jawa, desert dan sate bar," tutupnya.

FPI: Semua Televisi Tak Boleh Tayangkan Film '?'

Elang Riki Yanuar
Liputan Menarik, JAKARTA- Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan menegur keras semua televisi yang akan menayangkan film ? (Tanda Tanya). Teguran keras FPI sudah disampaikan sebelumnya kepada SCTV yang menayangkan film ?.

"Sikap kita ini bukan untuk SCTV saja, tapi semua televisi yang berani menayangkan film ?. Saya ingatkan, semua televisi tidak boleh menayangkan film ? karena bisa merusak akidah umat," tegas ketua FPI Jakarta, Habib Salim Alatas saat berbincang dengan okezone, Sabtu (25/2/2012).

Film ? akhirnya tayang di SCTV pada Jumat (24/2) malam. FPI pun bereaksi keras dengan berniat mendatangi kantor SCTV. Menurut habib yang akrab disapa Habib Selon ini, pihaknya akan terus mengawasi semua televisi yang berani menayangkan film garapan Hanung Bramantyo itu.

"Biar cuma dipotong beberapa menit tetap kita tidak mau dan tidak setuju film ini ditayangkan di televisi. Ini film menyesatkan kenapa ditayangin. Sudah jelas-jelas melanggar akidah kenapa masih saja ditonton. Kita akan bertindak keras dengan SCTV karena menayangkan," katanya.

Film ? dikecam sejumlah ormas Islam karena dianggap menyebarkan paham pluralisme yang pernah diharamkan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tahun lalu, FPI pernah mendatangi kantor SCTV karena berniat menayangkan film ?. Rencana itu sempat batal, namun akhirnya film itu ditayangkan tadi malam.


Ditemukan 'Monster Laut Dalam'

Andina Librianty
Liputan Menarik - KOPENHAGEN - Terlihat seperti monster, mahluk laut berukuran kecil ini tampak seperti berasal dari planet lain. Hidup jauh terasing dari sinar, mahluk yang tampak menakutkan ini berada di bagian bawah laut terdalam bumi.

Gambar-gambar menakjubkan dari Polychaetes atau cacing skala, menunjukkan bagaimana mahluk ini telah berevolusi untuk bertahan dari tekanan kuat lebih dari seribu meter di bawah permukaan air, di mana sinar matahari tidak bisa menembusnya. Diharapkan penemuan dari daerah ini bisa memberikan titik terang, pada kemungkinan adanya kehidupan di planet lain.

Detail dari gambar Polychaetes ini memperlihatkan mulut mereka yang bisa keluar masuk, sehingga lebih mudah untuk melumat mangsa. Gambar ini terungkap dalam serangkaian gambar yang baru saja dirilis oleh para peneliti laut dalam.

Mahluk-mahluk yang panjangnya lebih dari dua atau tiga sentimeter, merupakan bagian dari sebuah ekosistem yang tidak diketahui hingga 40 tahun lalu. Tapi sejak 1970-an, perkembangan teknologi telah memungkinkan eksplorasi yang lebih dalam dan memungkinakan para ilmuwan meninjau kembali gagasan mereka tentang dasar laut dalam.

Bukannya menemukan sebuah gurun tandus, mereka justru menemukan komunitas beragam mahluk hidup di sana dan di sekitar ventilasi hidrotermal. Lebih populer dikenal sebagai 'smokers', ventilasi hidrotermal ini merupakan retakan di dasar laut yang biasnaya ditemukan di sekitar zona gempa, gunung berapi dan tepi lempeng tektonik.

Ventilasi hidrotermal ini melepaskan air super panas dan koktail bahan kimia, yang menyediakan rumah untuk makhluk seperti cacing skala. Mahluk-mahluk ini merangkak di sepanjang dasar laut dekat ventilasi, dan menggunakan 'gigi setan' untuk mengunyah bakteri dan organisme sederhana yang berkembang di air panas.

Komunitas ventilasi mendapatkan energi dari kimia daripada fontosintesis, karena cahaya tidak mencapai kedalaman. Hal ini menyebabkan beberapa hubungan aneh, yaitu cacing skala adalah host bakteri tosymbiotic yang dapat menyediakan nutrisi.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa cacing mungkin bergantung pada bakteri untuk bertahan hidup. Kemampuan cacing skala untuk berada di kondisi paling keras yang dikenal manusia, membuat makhluk ini menarik bagi Daniel Desbruyeres, seorang peneliti senior di I'Lfremer, French Research Institute for Exploration of the Sea.

"Penemuan terakhir dari ventilasi hidrotermal telah mengubah pandangan kita tentang dunia laut secara keseluruhan," ujar Desbruyeres, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (24/2/2012).

Menurutnya wilayah laut dalam adalah salah satu habitat yang paling beragam di dunia, namun persepsi manusia tentang itu semua baru merupakan tahap awal.

Sumber: okezone.com|Ditemukan 'Monster Laut Dalam' 

Tersambar Petir, Pohon Oak Disulap Jadi Kapel Unik

Pasha Ernowo
Liputan menarik - PEMANDANGAN sangat unik akan Anda temui apabila menyambangi sebuah desa di Prancis bernama Allouville-Bellefosse. Desa ini terkenal dengan kapel yang dibangun dari sebuah pohon oak.

Arsitektur kapal tergolong sederhana tetapi unik, misalnya tangga kayu spiral yang mengarah ke beberapa kamar. Kapel indah ini selalu digunakan sebagai tempat ibadah oleh penduduk desa setempat.

Usia pohon sampai kini masih menjadi perdebatan, tapi semua orang setuju bahwa ini adalah pohon tertua di Prancis. Pohon ini diketahui telah tumbuh di abad ke-13, pada masa pemerintahan Louis IX, ketika Prancis adalah sebuah kerajaan. Demikian seperti dikutip Odditycentral, Kamis, (23/2/2012).

Sekira 500 tahun lalu, pohon tersebut disambar petir di satu malam penuh badai. Akibatnya, pohon terbakar namun akarnya masih menancap kuat. Meskipun berongga dan terbakar tepat di tengah pohon, cabang dan daun baru terus tumbuh dan biji-bijian yang diproduksi terus berlimpah.

Mengingat keajaiban yang terjadi, pohon dipatok sebagai semacam tempat suci, dan orang-orang merasa tempat tersebut layak dijadikan tempat berziarah. Tangga dan kapel dibangun segera setelahnya. Lubang di pohon itu dikhususkan untuk patung Perawan Maria, dan warga Katolik lokal membayar kunjungan setiap tahun.

Pohon itu memiliki pemandangan yang sangat cantik sehingga diperlakukan sebagai warisan nasional Prancis. Jika Anda kebetulan berada di wilayah Prancis, sempatkanlah berkunjung ke kapel pohon ini.

Keunikan Air Panas di Pantai Wartawan

Fitri Yulianti
Liputan Menarik - SUMBER air panas biasanya terdapat di daeratan yang jauh dari pantai. Namun di Pantai Wartawan, Anda bisa menemukan belasan sumber air panas.

Jika air laut sedang surut, semburan aiar panas itu menjadi panorama unik. Lebih dari itu, air panas itu memiliki multifungsi; bisa untuk merebus telur, ikan, dan udang sampai mengobati aneka penyakit.

Datanglah ke Pantai Wartawan saat air laut sedang surut atau dari pagi hingga sore hari. Di beberapa titik, tampak kelpulan asap disertai percikan air memancar ke atas. Jangan coba-coba mencelupkan kaki atau tangan ke sumber tersebut.

Suhu airnya mencapai 80 derajat Celsius, bahkan ada yang bilang hingga 100 derajat Celsius. Anda pun harus waspada, jangan sampai terpeleset dan tercebur ke dalam sumber air panas tersebut.

Beberapa anak kecil yang mendapatkan ikan dan udang tampak menuju salah satu air panas tersebut. Mereka merebus hasil buruannya. Tak berapa lama, ketika ikan dan udang sudah dirasa cukup masak, mereka menyantapnya dengan wajah berseri-seri.

Kalau Anda membawa telur mentah boleh dicoba. Telur cukup direndam di sumber air panas tadi selama lima menit. Setelah itu, telur siap disantap. Uniknya lagi, meskipun sumber air panas ini terletak di pantai, tetapi airnya tidak asin. Kondisi ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk membuat secangkir kopi.

Mualim, salah seorang penjaga pantai ini menuturkan, air panas ini memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit (seperti gatal-gatal) dan rematik. “Pernah suatu ketika anak saya mengalam gatal-gatal di kulitnya. Karena tidak sembuh juga, saya ajak dia mandi di sekitar sumber air panas ini. Alhamdulillah setelah mandi rutin, gatal-gatal yang dideritanya akhirnya sembuh dalam beberapa hari,” ungkap Mualim.

Fenomena Unik

Inilah fenomena alam yang unik. Di kawasan pasang-surut itu, belasan sumber air panas menjadi ciri khasnya. Sumber air panas ini ditengarai berasal dari Gunung Anak Rakata yang masih aktif.

Untuk menikmati keunikan itu, sekali lagi, jangan datang ketika air laut pasang. Bukan apa-apa, semua sumber air panas itu tidak tampak karena tertutupi permukaan air laut yang sedang pasang tadi.

Kalaupun air laut sedang pasang, Anda tak perlu kecewa. Di pantai inilah Anda dapat bersantai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah dan memesona. Di pinggir pantai terasa teduh karena ditumbuhi tanaman akasia, waru, ketapang, dan jenis lainnya.

Objek wisata yang unik ini terletak di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Ketika awal-awal Pantai Wartawan dibuka untuk objek wisata, kondisinya masih bagus.

Kini, pantai yang dikelola oleh para wartawan lokal itu tidak terawat dengan baik. Pintu gerbangnya kusam, tidak elok dipandang mata. Begitu memasuki kawasan itu, fasilitas lainnya seperti toilet dan kamar mandi tidak berfungsi. Bahkan, atap bangunan sudah roboh. Pintu-pintunya sudah jebol. Sampah-sampah bertebaran di pantai yang berbatu. Demikian seperti dikutip dari buku Ayo Berwisata ke Lampung karya Rudolf W Matindas dan Budiman.

Bukit Gunung Botak


Begitu halnya dengan kondisi bukit Gunung Botak yang masih berada di kawasan wisata tersebut. Bekas-bekas pembakaran vegetasi masih tampak. Bukit itu tidak menarik untuk didaki.

Padahal, dari atas bukit setinggi 50 meter inilah, panorama dan keindahan hamparan Pantai Wartawan dan sekitarnya terlihat sangat indah. Bukan itu saja, di bukit ini Anda juga bisa melihat gua dan berziarah ke Makam Tubagus Sulaiman, salah seorang pendekar asal Banten.

Akses jalan menuju lokasi sangat mudah. Kawasan ini berada persis di tepian jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Rajabasa dengan Kota Kalianda. Kondisi jalan aspalnya pun masih tergolong baik.

Jika Anda menempuhnya dari Pelabuhan Bakauheni berjarak sekira 31,7 kilometer atau 18, 2 kilometer dari pusat Kota Kalianda. Dari Pantai Wartawan ke Candi Indah berjarak sekira 8,2 kilometer. Sementara itu, dari Makan Radin Intan II berjarak sekira 15,6 kilometer.

Terakhir, tarif masuk yang dikenakna adalah Rp2.500 tiap orang. Ongkos ini masih ditambah jasa parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna