Showing posts with label astronomi. Show all posts
Showing posts with label astronomi. Show all posts

Pesawat NASA Temukan Objek Misterius di Saturnus

Ahmad Luthfi - Okezone




CALIFORNIA - Para ilmuwan dari pesawat luar angkasa Cassini milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan objek misterius dengan panjang setengah mil pada salah satu cincin di planet Saturnus. Objek misterius itu meninggalkan jejak cahaya yang berkilauan.

Dilansir IBTimes, Selasa (24/4/2012), ilmuwan percaya kilauan cahaya yang ditinggalkan itu dikenal sebagai mini jets yang dihasilkan dari cincin F. "Saya pikir cincin F adalah cincin Saturnus yang paling aneh. Penemuan terbaru dari Cassini ini menunjukkan cincin F lebih dinamis dari apa yang kami bayangkan," ujar Carl Murray, ilmuwan dari Queen Mary University of London, Inggris.

"Temuan ini menunjukkan kepada kami mengenai wilayah cincin F seperti sebuah kebun binatang yang ramai dengan objek-objek yang menciptakan pertunjukkan spektakuler," tuturnya.

Sebelumnya, para ilmuwan telah menemukan benda asing lainnya yang berukuran besar seperti Prometheus (satelit ketiga milik saturnus). Kabarnya, Prometheus bisa membuat saluran, riak dan bola salju di cincin F. Kendati demikian, para ilmuwan belum mengetahui apa yang terjadi pada bola salju tersebut ketika benda itu tercipta.

Studi yang dilakukan ilmuwan menemukan bola salju kecil bertabrakan dengan cincin F. Bola saljur itu bergerak dengan kecepatan perjalanan sekira 2 meter per detik. Ketika bola salju kecil itu bertabrakan, sehingga terbentuk kilauan partikel es dengan panjang jejak sekira 20 sampai 110 mil.

sumber: http://techno.okezone.com/read/2012/04/24/56/617554/pesawat-nasa-temukan-objek-misterius-di-saturnus

Astronom Temukan Planet Pengganti Bumi

Muhammad Ali-liputan6.com
 

London: Para astronom telah menemukan sebuah planet terbaik yang bisa dihuni. Planet berbatu ini layaknya bumi dan mengorbit matahari dalam zona yang memiliki suhu tepat pada air di permukaan planetnya.

Menurut laman dailymail.com, Jumat (3/2), suhu udara planet tersebut hampir mendekati dengan suhu yang ada di bumi. "Planet ini adalah kandidat terbaik untuk dihuni karena didukung dengan air yang cair dan mungkin seperti kehidupan yang kita kenal," ujar pemimpin studi, Guillem Anglada-Escude.

Planet tersebut dideteksi dengan menggunakan data dari teleskop Observatorium Eropa Selatan. Ilmuwan tengah menganalisa untuk menemukan getaran dalam sebuah gerakan bintang yang menyebabkan adanya 'tarikan' gravitasi pada planet tersebut

Planet baru ini memiliki ruang sekitar 4,5 kali bumi, dan padanya mengorbit sebuah bintang yang disebut GJ 667C, 22 tahun cahaya dari Bumi . "Planet ini memiliki sekitar satu bintang dalam sistem tiga bintang. Bintang-bintang lainnya cukup jauh, tetapi mereka akan terlihat cukup bagus di langit," ujar Steven Vogt, profesor astronomi dan astrofisika dari University of California, Santa Cruz (UCSC), Amerika Serikat.

Bintang induk adalah anggota dari sebuah sistem dengan tiga bintang, dua lainnya adalah planet kerdil oranye. Bintang ini memiliki susunan kimiawi yang berbeda dari Matahari, dengan kelimpahan cahaya jauh lebih rendah dari unsur yang lebih berat dari helium, seperti besi, karbon, dan silikon. Penemuan ini menunjukkan bahwa planet berpotensi dihuni yang dapat terjadi dalam berbagai lingkungan yang lebih besar dari sebelumnya.

Sedangkan GJ 667C, sebelumnya telah diamati dimiliki planet besar yang mengorbit dekat dengan bintangnya, meskipun temuan ini tidak pernah dipublikasikan.

Planet ini mengorbit begitu dekat dengan bintang yang terlalu panas bagi air. Studi baru dimulai dengan tujuan untuk memperoleh parameter orbital pada bumi yang super. Namun disamping kandidat pertama, tim peneliti juga menemukan sinyal yang jelas dari planet lain yang disebut GJ 667Cc.

Tim menemukan sistem tersebut mungkin mengandung gas raksasa planet dan tambahan pada super-bumi. Namun, pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi dua kemungkinan planet tersebut. (MEL)

Misteri "Bola Alien" Namibia Terpecahkan

Jaenal Abidin-liputan6.com
 

Windhoek: Bola logam besar misterius yang jatuh dari langit di Namibia, sempat memicu kepanikan cukup besar. Bola tersebut kemungkinan sebuah tangki besar berisi bahan bakar dari sebuah roket tak berawak.

Seperti dikutip laman smh.com.au, Selasa (27/12), "bola ruang angkasa" berongga yang memiliki bobot sekitar enam kilogram dan memiliki garis lingkar 1,1 meter, ditemukan di dekat sebuah desa di padang rumput terpencil sekitar 750 kilometer dari ibukota Windhoek. Pihak kepolisian setempat juga masih melakukan investigasi pada bola tersebut.

Warga setempat juga melaporkan sempat mendengar beberapa ledakan kecil beberapa hari sebelumnya dan pihak otoritas pun bingung sehingga memutuskan untuk menghubungi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Luar Angkasa Eropa (AS). Rumor yang beredar di internet juga menyebutkan bola itu mungkin menjadi bukti kehidupan extra-terrestrial atau makhluk alien.

Menurut laporan situs Gawker, bola itu kemungkinan besar adalah tangki bahan bakar untuk menyimpan hidrazin untuk roket tak berawak. Bola itu berisi 39 liter hidrazin yang biasanya digunakan pada roket tak berawak untuk meluncurkan satelit. Tak hanya di Namibia, beberapa bola besar serupa juga pernah jatuh di bagian selatan Afrika, Australia dan Amerika Latin dalam 20 tahun terakhir.

Dengan diameter sebesar 35 cm, bola ini memiliki permukaan kasar. Bola ini terbuat dari "paduan logam yang dikenal manusia." Saat ditemukan sejauh 18 meter dari tempat pendaratan, terdapat sebuah lubang selebar 33 sentimeter dan kedalaman 3,8 meter.

Bola ini ditemukan sejak pertengahan November lalu, namun pihak berwenang berusaha melakukan tes sebelum mengumumkan penemuan tersebut. Deputi Inspektur Jenderal Polisi Vilho Hifindaka menyimpulkan bola ini tidak menimbulkan bahaya apa pun. "Ini bukan bahan peledak, tapi kami harus menyelidikinya terlebih dulu," katanya.(JAY/ANS)

Kembaran Planet Saturnus Ditemukan

Santiago: Sebuah benda luar angkasa yang misterius terdeteksi di luar sistem tata surya kita lima tahun yang lalu, kemungkinan adalah planet bercincin yang mirip dengan Saturnus. Para peneliti di sebuah observatorium Chile, Cerro Tololo Inter-American Observatory mengumumkan penemuannya setelah mempelajari gerakan gerhana cahaya dari sebuah bintang yang menunjukkan adanya benda besar yang mengorbit di dekatnya.

Diumumkan pada pertemuan American Astronomical Society yang ke-219, sesama rekan peneliti, Eric Mamajek, membandingkan sebuah obyek yang sangat aneh dan unik yang menyebabkan fenomena Saturn on steroid. "Setelah kami mengesampingkan gerhana pada bintang yang berbentuk bulat atau cakram melingkar di sekitar bintang, saya menyadari bahwa penjelasan yang paling masuk akal adalah semacam sistem bercincin debu mengorbit pada benda lain yang lebih kecil," ungkapnya.

Seperti dilansir Space.com, para astronom mempelajari pola cahaya dalam periode 54 hari di awal 2007. Bintang yang mengalami gerhana, dikenal sebagai 1SWASP J140747.93-394542.6, yang berada sekitar 420 tahun cahaya.

Para peneliti mengatakan bintang ini memiliki massa yang mirip dengan matahari dan berada sekitar 158.1 juta mil jauhnya--atau 1.7 kali jarak Bumi ke matahari. Mamajek menyatakan bahwa satu cakram padat bagian dalam dan tiga cakram luar masing-masing bernama Rochester, Sutherland, Campanas dan Tololo. Para astronom percaya bahwa terdapat ribuan cincin yang mengelilingi mereka.

Namun, para ahli masih belum mengetahui apakah benda bercincin ini adalah sebuah planet, bintang dengan massa yang rendah, atau sebuah planet kerdil berwarna coklat. Celah pada cincin, ujar Mamajek, menunjukkan keberadaan benda lain, seperti bulan atau planet baru. Tim peneliti ini juga telah mengajukan sebuah proyek all-sky monitoring untuk menemukan sistem bintang bercincin yang lain.(NatGeo/ADO)

liputan6.com

Hujan Meteor Pertama di Tahun 2012

WASHINGTON - Di awal tahun ini langit Bumi bakal 'kedatangan' hujan meteor pertama di tahun 2012. Fenomena alam tersebut bakal terjadi pada Rabu dini hari di wilayah utara pada pukul 3 sampai 5 pagi waktu setempat.
Hujan meteor ini dikenal dengan nama Quadrantids, yang merupakan konstelasi yang dulu bernama Quadran Muralis. Fenomena ini akan memproduks 60 sampai 200 coretan meteor per jamnya. Ini merupakan salah satu hujan meteor yang cukup besar.
"Jika langit sangat jelas dan gelap, sangat memungkinkan Anda untuk melihat meteor sangat jelas dengan mata telanjang, dengan kecepatan di atas 100 meteor per jam," kata Robert Lunsford, Meteor Society Amerika dari Space.com, seperti dilansir TG Daily, Rabu (4/1/2012).
"Pengamat yang berada di bagian barat Amerika Utara akan memiliki tingkat yang lebih rendah tetapi juga akan memiliki kesempatan untuk melihat Quadrantid," tambahnya.
"Studi menunjukkan bahwa ini adalah bagian dari komet yang pecah beberapa abad lalu, dan bahwa meteor yang Anda lihat sebelum fajar pada 4 Januari adalah puing-puing kecil dari fragmentasi ini," jelas NASA dalam sebuah pernyataan baru-baru ini .
"Setelah ratusan tahun mengorbit matahari, mereka akan memasuki atmosfer Bumi di 90.000 mph, pembakaran naik 50 mil di atas permukaan bumi," tandasnya.
Hujan meteor Quadranid berasal dari asteroid 2003 EH1, pertama kali dilihat tahun 1825. Hujan meteor sendiri disebabkan karena adanya debu asteroid yang ditinggalkan seiring pergerakannya.

sumber: berita.plasa.msn.com
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna