Showing posts with label Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Tanaman. Show all posts

Seorang Ibu di Inggris Temukan Apel Unik

Apel itu berwarna setengah merah dan setengah hijau, dengan garis lurus yang hampir sempurna

Sebuah ibu yang tinggal di Inggris, merasa terkejut karena menemukan sebuah apel dengan warna setengah hijau dan setengah merah.

Keunikan apel tersebut terlihat dengan masing-masing warna dipisahkan oleh garis lurus hampir sempurna pada bagian tengahnya.

Donna Wood, 51 tahun, secara tak sengaja menemukan apel mutan yang unik itu, saat membeli delapan kantung buah apel Cripps Pink di toko lokal Asda.

"Yang aneh adalah, apel itu merupakan satu-satunya yang memiliki bentuk seperti itu di antara delapan kantong apel lainnya. Semua apel yang lain tampak normal," kata Dorest, salah seorang tetangga Dona Wood yang tinggal di Wimborne, Inggris.

"Melihat bentuk apel itu, seolah-olah ada dua buah apel dengan warna berbeda telah dipotong setengah dan kemudian direkatkan kembali oleh seseorang," tambahnya.

Sementara itu, kalangan ahli mengatakan, fenomena alam ini kemungkinan merupakan hasil dari mutasi genetik secara acak.

Apel dengan bentuk dua warna sempurna itu dapat terjadi dalam jutaan kemungkinan berbanding satu. Menurut para ahli, mutasi kadang-kadang dapat dipicu oleh cuaca dingin, fluktuasi suhu atau serangga.

Sampai saat ini, apel mutan yang unik itu masih tersimpan di lemari es dan telah menarik perhatian di antara tetangga dan teman-teman Donna Wood.

Teknologi Menyulap Tanaman Jadi Bahan Plastik

AMSTERDAM - Menggunakan nanoteknologi, ilmuwan Belanda telah menemukan cara untuk mengubah bahan yang berasal dari tanaman menjadi zat pembangun plastik biasa. Cara baru ini bisa jadi alternatif pembuatan plastik yang berbasis minyak.

Tim dari Utrecht University dan Dow Chemical Co menghasilkan etilen dan propilen, yaitu penyusun bahan plastik, yang ditemukan dalam segala hal dari CD ke tas dan karpet. Demikian diwartakan ABC Science, Jumat (24/2/2012).

Bioplastic (plastik berbahan materi biologis) yang sudah ada sekarang (terbuat dari tanaman seperti jagung dan gula), hanya bisa digunakan dengan terbatas karena mereka tidak tepat untuk difungsikan sebagai pengganti produk berbasis minyak.

Sebaliknya, sistem baru ini menghasilkan bahan kimia sama dengan yang dibuat melalui petrokimia, sehingga memiliki kemungkinan untuk digunakan dalam berbagai industri. Ini juga berarti bahan tersebut tidak akan terurai, meskipun dibuat dari sumber daya yang terbarukan.

Peneliti Krijn De Jong dan rekan-rekannya membayangkan menggunakan sumber biomassa (sumber energi terbarukan berasal dari materi biologis) yang bukan dari bahan makanan untuk proses baru itu. Misalnya pohon atau rumput yang tumbuh dalam waktu cepat.

Namun plastik yang terbuat dari biomassa ini masih berkemungkinan menimbulkan kritik, seperti yang dialami produksi bahan bakar hayati. Kritik tersebut mengatakan bahwa produksi bahan bakar hayati bisa menghabiskan lahan yang mestinya ditujukan untuk pertanian, kemudian berdampak pada berkurangnya produksi pangan serta sumber air, sementara populasi dunia semakin bertambah.

Penelitian oleh De Jong dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam jurnal Science, masih pada tahap awal. Sekarang penelitian tersebut akan membutuhkan pengujian skala besar dan proyek percontohan, sehingga tidak akan hadir di pasar selama beberapa tahun ke depan.

Tanaman Mati Suri 30.000 Tahun Dihidupkan Lagi

Setelah 'mati suri' selama 30.000 tahun, tanaman berbunga putih bernama stenophylla Silene hidup kembali

Liputan Menarik - Liputan6.com, Siberia: Tanaman bunga purba ini telah dihidupkan kembali dari benih-benih yang dikubur oleh tupai lebih dari 30.000 tahun yang lalu. Benih-benih tersebut ditemukan saat penggalian di liang fosil tupai di tanah Arktik di Siberia.Seperti dilansir laman The Sun, Selasa (21/2), benih tanaman tersebut mengalami mati suri akibat terbungkus lapisan es yang disebut `gen beku`," ungkap para ahli. Para ahli Laboratorium ilmu pengetahuan tanah dan lapisan es dari Moskow, Rusia, kemudian menggunakan metode yang mereka sebut state-of-the-art, untuk menumbuhkan stenophylla Silene. Tumbuhan tersebut termasuk perdu yang bertunas dan memiliki bunga putih kecil dan masih tumbuh di wilayah ini.Benih yang diawetkan pada kedalaman 38,1 meter di bawah suhu nol derajat celsius itu memiliki bentuk sedikit lebih kecil daripada sejenisnya saat ini. Para ilmuwan mengatakan beberapa bentuk makhluk hidup yang telah lama hilang dapat disimpan dalam satu lempengan es. Hal ini juga menunjukkan bahwa kehidupan tak aktif yang ada di Mars atau planet es lainnya kemungkinan bisa dihidupkan kembali.(TNT/MEL)


Pohon Kelapa dan Pisang Unik di Penengahan

Hendricus-liputan6.com

Penengahan: Umumnya kelapa berbatang satu, tapi pohon kelapa di Desa Klaten, tepatnya di Dusun Sidodadi Tempel, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel), ini mengundang perhatian warga. Cobalah menelusuri Dusun Karanganyar yang konon tumbuh pohon kelapa bercabang tiga. Namun sayangnya pohon kelapa bercabang tiga tersebut sudah tumbang dan mati kerena tersambar petir satu tahun yang lalu.  Hanya Nampak akar yang menjadi saksi tumbuhnya pohon kelapa bercabang tiga tersebut.

Tapi masih beruntung karena tepatnya di Desa Klaten sekitar satu kilometer dari lokasi tumbuhya kelapa bercabang tiga yang sudah mati, juga tumbuh pohon kelapa bercabang dua. Pohon tersebut tumbuh di atas sungai kecil tepatnya di lahan seorang petani yang menanam cabe dan jagung di lahan seluas sekitar setengah hektar tersebut. Pohon tersebut diperkirakan berumur sekitar sembilan tahun. Uniknya pohon kelapa yang biasanya tidak bercabang, justru bercabang dua.

Kelapa tersebut sengaja di tanam dengan tujuan untuk mencegah lahan yang berdekatan dengan sungai agar tidak longsor. Pemilik tak menyangka pohon kelapa yang tumbuh jauh dari pemukiman warga itu bercabang menjadi dua bagian. Pemilik pohon kelapa unik itu, Kelik (40) menuturkan, semula, pohon kelapa tumbuh secara  alami di kebun miliknya. Bentuknya pun biasa-biasa saja seperti pohon kelapa lainnya. Makin lama, batang pohon kelapa makin menjulang  dan bercabang dua. Cabang pohon kelapa terus menerus menghasilkan buah kelapa meskipun ukurannya kecil.

“Setiap tahun, pohon kelapa itu berbuah. Uniknya, Setiap kali berbuah, masing-masing cabang menghasilkan buah yang sama banyaknya, ya meski ukurannya kecil dibandingkan kelapa umumnya yang satu pohon,” ujar dia. Sejak pohon kelapa miliknya bercabang dua, ada masyarakat yang datang melihat langsung pohon kelapa unik miliknya. Tidak jarang, pengunjung yang datang meminta buah dari pohon kelapa bercabang dua tersebut. Buah dari pohon kelapa unik diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan ada yang mempercayai buah dan air kelapa bisa sebagai penolak bala. Karenanya untuk menghindari kerusakan pohon tersebut oleh pemiliknya sengaja dipasangi kawat berduri agar tidak mudah dipanjat.

Lain halnya di Desa Klaten, masih di Kecamatan Penengahan Umumnya pisang bertandan satu, namun tidak dengan pohon pisang ini. Pohon pisang ini mengundang perhatian warga. Pasalnya pohon pisang jenis Ambon Lumut yang ada di  halaman milik Suparmin (45) ini memiliki dua tandan. Pohon pisang unik tersebut memang sudah berumur satu tahun menurut pemiliknya. Warga yang penasaran dan sering melintas di depan rumah  Suparmin sekali-kali menyempatkan untuk melihatnya secara langsung.

“Saya sudah lama menanamnya, wajar jika tanaman pisang ini akhirnya bertandan dua, karena diturunkan secara genetis. Pertama kali saya mengambil bibit dari indukannya juga bahkan bertandan empat , “ terangnya, kemarin, (17/1). Pisang miliknya ini memang sudah berbuah dengan tandan dua sebelumnya. Tidak mengherankan jika tetangga dan warga yang lainnya  sengaja mengambil bibit dari indukan pisang ini dengan harapan tumbuhnya juga bertandan dua.

Kedua tandan tampak mempunyai jumlah buah dan sisir yang banyak. Bahkan kondisi tandan dan buah terlihat normal layaknya pisang biasa. “ Ukuran buahnya pun normal, layaknya ukuran buah pisang sejenis. Diperkirakan pisang ini akan masuk fase matang dua bulan ke depan, “terangnya. Jika ada yang membibit atau minta pohon maupun buah pisang miliknya untuk tolak bala, Suparmin tidak mempersoalkan.“ Hal itu kan hanya soal kepercayaan. Kalau ada yang meyakini seperti halnya kelapa, pisang ini juga diyakini untuk tolak bala, silakan saja,” tutup pegawai di Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Penengahan ini.  (Pengirim:  Hendricus Widiantoro)

9 Tanaman hias terpopuler yang bisa membuat kaya

Keunikan satu tanaman membuat pecintanya rela mengeluarkan uang banyak. Mau tahu tanaman hias yang kini populer? ketahui ada 9 tanaman hias yang kini paling populer.

1. Anthurium

Dari 9 tanaman hias yang paling populer, hanya Anthurium yang masa trendnya paling lama, 2 tahun. Bahkan pedagang dan kolektor masih menunggu respon masyarakat pada pameran terbesar di Lapangan Banteng, Jakarta. Anthurium termasuk keluarga Araceae. Tanaman yang memiliki kelebihan pada daunnya yang unik, indah dan bervariasi ini, masih satu keluarga dengan beberapa tanaman hias lain yang juga populer, Aglonema, dan Alokasia. Dengan tulang daun yang besar dan menonjol membuat tanaman ini tampak kekar. Anthurium ada 1000 jenis, tapi yang populer hanya beberapa. Di antaranya Anthurium Jenmanii, Wave of Love, Hookeri, Jenmanii Sawi, Anthurium Variegata, dll. Paling mahal dari jenis Jenmanii, bisa menembus puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah. Di Oasis Nursery Anthurium termahal yang pernah dijual seharga 70 juta rupiah.

2. Aglaonema

Meski 2 tahun ini tren dikuasai Anthurium, Aglaonema masih bisa mencuri perhatian pecinta tanaman hias. Apalagi setelah para petani berhasil menyilangkan tanaman ini dengan jenis lain, sehingga melahirkan varian baru dengan warna dan corak daun yang beragam. Tanaman yang akrab disapa sri rejeki ini terdiri dari beragam spesies. Chocin, Miss Thailand, Red Silver, Param Ruay, dan Pink Panther adalah spesies yang harganya masih mahal. Spesies yang harganya sudah murah Pride of Sumatera, Lady Valentine, dan Donna Carmen.

3. Philodendron

Banyak yang memprediksi kehadiran Philodendron akan menggeser dominasi Anthurium dan Aglaonema. Philodendron yang berdaun lebar termasuk dalam keluarga Aracea. Keindahan Philla yang dalam bahasa Yunani berarti cinta tidak hanya pada daun, bunga dan batangnya yang unik juga membuat kagum. Jenis Philodendron termasuk banyak, tapi cardinal black yang paling banyak digemari. Dengan harga relatif murah dibanding Aglaonema dan Anthurium, Philodendron jadi alternatif bagi pecinta tanaman yang tak sanggup membeli Anthurium dan Aglaonema yang mahal.

4. Sansevieria

Popularitas Sansevieria membumbung tinggi sejak awal tahun ini. Lekukan Sansevieria yang seksi tengah hangat dibicarakan, baik pecinta tanaman hias maupun pedagang. Jenis yang tengah diburu yang bentuknya unik, langka alias variegata. Semakin unik dan langka, berarti semakin eksklusif dan juga semakin mahal. Paling mahal jenis Kirkii Silver Blue yang menembus angka 10 juta per daunnya.

5. Puring
Kuda hitam, itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan tanaman Puring yang kini tengah tren. Bagaimana tidak? Puring yang dulu banyak tumbuh di kuburan dan tidak ada harganya kini naik kelas. Harga Puring melambung tinggi, bahkan kini sudah berdiri sejajar dengan tanaman hias mahal lainnya. Jangan heran tanaman yang memiliki nama lain Croton ini menghias rumah-rumah mewah. Puring yang kini jadi incaran hobiis jenis Logam, Oscar, Kura, Red Aple, dll. Kekuatan Puring terletak pada warna dan bentuk daun yang warna-warni. Semakin unik, semakin mahal.

6. Nepenthes

Nepenthes atau akrab dengan nama Kantong Semar termasuk keluarga monotypic. Tanaman yang dulu tumbuh di gunung ini telah berurbanisasi, menghiasi perumahan mewah. Fungsinya juga ganda, selain sebagai hiasan juga pembasmi serangga. Kian besar kantong dan warnanya bercorak, berarti kian mahal. Nilai nominal yang menjadi alasan perburuan Kantong Semar di hutan di Kalimantan kini kian marak. Sebelum membeli, kenali dulu jenis Nepenthes, karena ada beberapa jenis yang hanya bisa tumbuh di dataran rendah atau sebaliknya.

7. Adenium

Stock Adenium kini memang tengah banjir di pasar tanaman hias. Coba bandingkan dengan 2 atau 3 tahun lalu, harganya masih cukup mahal. Tapi kini dengan uang 10 ribu, kita sudah dapat Adenium dengan corak warna yang bagus. Dengan uang 20 ribu, kita telah dapat Adenium jenis Harry Potter atau Peterpan. Untuk mendapat Adenium berwarna kuning cukup mengeluarkan kocek 50 ribu. Padahal setahun atau 2 tahun lalu jenis ini masih mahal. Meski begitu, masih banyak Adenium yang nilainya jutaan, bahkan puluhan juta. Dengan bonggol yang unik, harga tanaman ini bisa terkatrol tinggi.

8. Kadaka

Tren Anthurium membetot popularitas Kadaka, tanaman khas Indonesia yang berdaun tebal dan besar dan banyak tumbuh di hutan. Kadaka yang dulu dicuekin kini diburu. Kadaka yang laris manis di pasaran Kadaka Osaka, Kadaka Ular, Kadaka keriting. Keunikan Kadaka terletak pada bentuk dan ukuran daun. Semakin besar dan unik bentuknya, semakin mahal pula.

9. Euphorbia

Corak bunganya yang indah dan eksotis membuat para pecinta tanaman melupakan duri yang menempel di batang Euphorbia. Jenis Euphorbia sangat banyak, mulai yang lokal hingga impor, atau hasil silangan. Lantaran mudah ditanam, membuat harga tanaman ini cukup murah. Perawatan yang mudah juga menjadi salah satu alasan tanaman asli Madagaskar ini digemari.



sumber
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna