Showing posts with label kriminal. Show all posts
Showing posts with label kriminal. Show all posts

Aksi Massa di Babarsari, Puluhan Rumah Rusak

Sleman - Aksi Massa di Babarsari, Puluhan Rumah Rusak: Puluhan rumah rusak dan sejumlah warga terluka akibat aksi massa yang terjadi di kawasan Glendongan, Babarsari, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu dinihari tadi (9/5).

Warga yang sedang terlelap, tiba-tiba dikejutkan sekelompok orang yang menyerbu kawasan tersebut. Kelompok massa tersebut langsung merusak kaca rumah warga, mobil dan barang-barang lain milik warga, termasuk membakar sebuah sepeda motor. Saat kejadian, warga Babarsari hanya berusaha mencari perlindungan di dalam rumah, karena tidak berani keluar.

Akibat kejadian ini, puluhan rumah dan bangunan lain seperti kios, warung makan, rental komputer serta warnet di kawasan tersebut mengalami kerusakan. Sejumlah warga juga mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu maupun pecahan kaca rumahnya. Beberapa diantaranya bahkan harus dilarikan ke rumah sakit, karena luka yang cukup serius.

Warga sendiri mengaku tidak tahu menahu penyebab awal terjadinya aksi anarkisme tersebut. Namun mereka menduga, aksi ini dipicu kesalahpahaman sekelompok warga dengan seorang mahasiswa dari kelompok tertentu, di jalan Babarsari, pada Selasa malam.

Kesalahpahaman yang diduga terjadi karena pengaruh minuman keras ini, memicu kelompok warga tersebut melakukan sweeping di kawasan Glendongan, yang diketahui banyak dihuni mahasiswa dari kelompok tertentu itu.

Hingga Rabu pagi, polisi masih disiagakan di sekitar lokasi kejadian, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian ini, serta berusaha mendamaikan kelompok-kelompok yang terlibat, agar kejadian serupa tidak terulang. (mla)

sumber: http://berita.liputan6.com/read/398866/aksi-massa-di-barbarsari-puluhan-rumah-rusak

Karena Nafsu, Dua Pemuda Perkosa Seekor Kambing

Liputan Menarik - Dua Pemuda Perkosa Seekor Kambing. Seorang peternak mengeluh jika kambing miliknya telah diperkosa oleh 2 orang pemuda di desanya. Insiden yang terjadi di wilayah pinggiran kota Mbucuta, Mozambik itu sontak membuat heboh kota tersebut. Sebelumnya dua pemuda yang menjadi tersangka tersebut kedapatan tengah melakukan aktivitas seks dengan kambing milik peternak tersebut.

Polisi sendiri menangkap basah aksi kedua pemuda yang sepertinya sudah dipenuhi nafsu itu. "Salah seorang pemuda itu ditemukan dalam keadaan telanjang dan sedang memegang kepala kambing.Sementara seorang lainnya sedang melakukan seks dengan binatang tersebut."Menurut laporan Radio Mozambik. Jaksa wilayah yang menangani kasus unik ini, Leonides Mapasse menyatakan, jika kedua pemuda kemungkinan besar akan menghadapi pengadilan atas tuduhan perlakuan tidak senonoh.

Sementara pemilik kambing sendiri berencana untuk melayangkan tuntuntan resmi atas kasus ini. Tidak hanya itu, pemilik juga menuntut kedua pemuda tersebut membayar ganti rugi sekaligus melakukan tradisi pengganti pernikahan berupa "Lobolo". Tradisi ini berarti membayar sejumlah uang atas tindakan perkosaan yang telah mereka lakukan.

Sumber: jelajahunik.us/Karena Nafsu, Dua Pemuda Perkosa Seekor Kambing 

Mahasiswi Cantik Nyaris Diperkosa Dosen

Liputan menarik - Mahasiswi Cantik Nyaris Diperkosa Dosen. Seorang oknum Dosen Teknik Universitas Negeri Gorontalo babak belur dihajar mahasiswanya sendiri karena berusaha memperkosa seorang mahasiswi di satu hotel setempat. Menurut keterangan korban yang enggan diungkap jati dirinya, di Gorontalo, Rabu, kejadian bermula saat korban yang berinisial AS, mahasiswi semester enam di satu jurusan Fakultas Teknik UNG ini berniat ingin memperbaiki nilai mata kuliahnya.
Oleh sang dosen yang berinisial RL , korban AS diminta datang ke satu hotel untuk mengambil cetakan nilai yang sudah disediakan dosen.

"Saya di minta ke hotel untuk mengambil cetakan nilai tapi setelah ke hotel Dosen mengatakan jika mau berhubungan badan dengan sang dosen maka saya akan mendapatkan nilai bagus," kata AS.

Dia juga menjelaskan setelah memperlihatkan nilai kepada korban, sang dosen kemudian berusaha mencium dan memeluk korban.

Korban berusaha menelepon teman sekelasnya yang sudah menunggu di luar hotel, aksi sang dosenpun terhenti setelah teman-teman korban mendobrak pintu hotel dan menghajar sang dosen hingga babak belur.

"Sebelum masuk kamar Hotel saya sudah minta teman teman untuk menunggu di lobi hotel karena takut terjadi sesuatu," katanya.

Kasus ini kini ditangani unit pelayanan perempuan dan anak Polresta Gorontalo. Korban beserta saksi masih akan dimintai keterangan terkait kasus ini.

Sumber: 1000unik.blogspot.com|Mahasiswi Cantik Nyaris Diperkosa Dosen 

7 Bulan Koma, Pria Ini Tiba-Tiba Ungkapkan Penembak Dirinya

Khairisa Ferida
Liputan Menarik, KAIRO - Tidak ada yang mustahil untuk terjadi di dunia ini. Seperti kisah yang dialami oleh seorang pria asal Mesir ini.

Dia yang mengalami koma hampir selama tujuh bulan akibat luka tembak di kepala, tiba-tiba sadar dan dengan cepat mengidentifikasi pelaku yang menembak kepalanya.

"Pria itu tiba-tiba terbangun dan menjelaskan pelaku penembakan terhadap dirinya bernama Muhammad yang berprofesi sebagai seorang tukang cukur. Tak lama setelah itu polisi pergi untuk menangkap pelaku dan pria itu pun meninggal dunia," ungkap sebuah Surat Kabar Mesir seperti dikutip emirates247 Minggu, (26/2/2012).

Pria yang bekerja sebagai pegawai di salah satu instansi pemerintahan Mesir itu ternyata hanya sadar beberapa menit saja untuk mengungkapkan identitas pelaku penembakan terhadap dirinya sebelum akhirnya dia meninggal dunia.

Dua Perempuan Ini Menghukum Anak Sampai Mati

Ibu tiri dan nenek ini menghukum gadis kecilnya lari selama tiga jam  karena makan permen.

Liputan Menarik - Dua perempuan Alabama divonis bersalah sebagai pembunuh pada Rabu (22/2) karena terbukti telah menewaskan seorang gadis kecil. Gadis itu dipaksa berlari selama tiga jam tanpa berhenti.

Berlari selama tiga jam tanpa henti itu ternyata adalah hukuman bagi Savannah Hardin, 9 tahun, yang meninggal pada Senin (20/2) di Rumah Sakit Anak-Anak Birmingham. Menurut Natalie Barton, Petugas Informasi Publik Alabama di Etowah County, Savannah meninggal karena dehidrasi dan turunnya kadar sodium dalam tubuhnya, sebuah kondisi yang biasa terjadi pada para pelari maraton.

Gadis malang ini dihukum lari keliling halaman rumah keluarganya karena menyantap sebatang permen yang dilarang dan berbohong telah memakannya. Sebuah telepon yang diterima petugas laporan keadaan darurat 911 menyatakan bahwa si penelepon melaporkan tentang anak yang mengalami kondisi tak sadarkan diri. “Sepertinya mereka memaksanya lari sampai ambruk,” ujar Natalie Barton.

Nenek gadis kecil itu, Joyce Hardin Garrard, 46 tahun, dan ibu tiri Savannah, Jessica Mae Hardin, 27 tahun, dihadapkan ke pengadilan pada Rabu dengan tuduhan pembunuhan sadis. Ayah gadis itu, yang memiliki hak pengasuhan, sedang tidak di rumah saat itu. Menurut Barton, tidak ada laporan kekerasan di keluarga itu sebelumnya.

Bakar Quran, Amerika Minta Maaf ke Afghanistan

Amerika Serikat menyatakan peristiwa pembakaran itu terjadi tanpa sengaja.

Protes warga Afghanistan atas pembakaran Quran
Liputan Menarik - Pihak Gedung Putih mengajukan permintaan maaf secara resmi atas pembakaran Al Quran yang ditumpuk sebagai sampah di sebuah markas militer Amerika Serikat di Afghanistan.

Sekretaris press Jay Carney mengatakan bahwa pembakaran tersebut adalah “insiden yang sangat tidak disengaja” yang bukan merefleksikan penghargaan pihak militer AS kepada praktik keagamaan di Afghanistan.

Carney kembali mengulang pernyataan pihak militer pada Selasa (21/2) yang menyatakan bahwa pembakaran Qurna di Bagram Air Field terjadi tanpa sengaja, dan sebuah investigasi tengah dilakukan untuk memahami mengapa hal ini terjadi dan memastikan peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi.

Seorang petugas militer mengatakan bahwa Quran dipindahkan dari sebuah perpustakaan di dekat ruangan penahanan karena kitab suci agama Islam itu dinilai memiliki pesan-pesan bernuansa ekstrimis.

Carney tidak menyebut hal itu secara spesifik, merujuk pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada petugas pertahanan. Ia menyatakan administrasi telah memproses masalah ini secara saksama. 

Kitab Suci Dibakar, Rakyat Mengamuk

Liputan Menarik, BAGRAM - Lebih dari dua ribu warga Afghanistan berkumpul di pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Bagram. Mereka memprotes laporan pasukan asing yang membuang kitab suci Alquran dan benda suci lainnya.

Ada laporan bahwa Alquran tersebut juga dibakar oleh pihak pasukan koalisi asing yang tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO). Ini berdasarkan laporan pekerja lokal di dalam pangkalan militer itu.

Pihak militer AS ini pun langsung bertindak tegas atas aksi protes ini. Mereka melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan demonstrasi warga.

"Ada sekira dua ribu hingga tiga ribu pengunjuk rasa yang melempar batu ke arah pangkalan. Mereka juga menolak kehadiran pasukan asing di Afghanistan," ucap Kepala Polisi Provinsi Parwan Rahman Sayedkhili seperti dikutip Reuters, Selasa (21/2/2012).

Sebelumnya juru bicara Provinsi Parwan Roshna Khalid mengaku dirinya mendapatkan pengakuan dari pekerja di pangkalan militer tersebut, bahwa memang ada Alquran yang dibuang dan dibakar.
"Para pekerja ini membuang sampah keluar dari pangkalan dan mereka pun menemukan sisa dari Alquran," ucap Khalid.

Pihak NATO sendiri juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini. "Insiden di Pangkalan Militer Bagram itu merupakan ketidaksengajaan. Kami meminta maaf atas insiden tersebut," ujar Kepala Pasukan NATO Jenderal John Allen.

Insiden ini dikhawatirkan dapat memperburuk hubungan antara Pemerintah Afghanistan dengan NATO. Padahal, baru saja NATO dikecam keras oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai, akibat serangannya yang menewaskan delapan bocah.

Alba Fuad Resmi Jadi Tersangka!

Liputan Menarik - Kepolisian resmi menetapkan artis Alba Fuad sebagai tersangka kasus narkoba.
Kepastian itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/2) kemarin.
"Kami sudah menahan Alba Fuad dan menetapkannya sebagai tersangka terkait kasus narkoba," jelas Rikwanto.

Sebelumnya, polisi sudah melakukan tes laboratorium kepada pemain film yang namanya populer tahun 90-an ini. Hasilnya, urine dan darah bintang film Olga dan Sepatu Roda tersebut positif mengandung metaphetamine (zat yang berasal dari penggunaan sabu-sabu).

Selain itu, ditemukan pula bukti berupa alat hisap (bong) dan sabu-sabu seberat 0,5 gram yang didapatkan polisi dari hasil penggeledahan di rumah Alba di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dengan bukti-bukti tersebut, Alba resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 112 junto 114 Sub 127 Undang-Undang Narkotika.

Alba Fuad ditangkap pihak kepolisian saat tengah pesta narkoba di Hotel C'One di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) malam.

Dalam penangkapan itu, polisi juga meringkus John Kei. Ia diduga terlibat pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung dengan motif menagih uang jasa proyek senilai Rp600 juta di Swisbell Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 26 Januari 2012. Alba tak terkait dengan kasus pembunuhan yang disangkakan pada John Kei.

John Kei Ditangkap Bersama Artis

Susi Fatimah - Okezone
penangkapan,john kei,preman,alba fuad,AF
JAKARTA - Polda Metro Jaya membenarkan bahwa AF yang kedapatan tengah satu kamar dengan John Kei di C'One Hotel berasal dari kalangan artis Ibu Kota.

"AF dari artis," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jakarta, Sabtu (18/2/2012).

AF kedapatan tengah menggunakan narkoba jenis sabu di kamar 501 tersebut. Selain itu, berdasarkan tes urine yang dilakukan kepada AF, diketahui dia positif menggunakan barang haram tersebut.

"Untuk sekarang AF diserahkan ke Direktorat Narkoba untuk didalami lebih lanjut," tuturnya.

Dalam penangkapan semalam sekira puku 21.00 WIB, AF tidak melakukan perlawanan. Sementara John Kei sempat ingin melarikan diri, hingga polisi mengeluarkan timah panas ke kaki kananya.

Kata Rikwanto, pihaknya masih mendalami keterlibatan AF dalam kasus pembunuhan mantan Direktur Utama Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono (45) alias Ayung tersebut. AF disebut-sebut merupakan inisial dari Alba Fuad yang merupakan keponakan penyanyi senior Ahmad Albar. Namun, kabar ini belum bisa diverifikasi lebih lanjut.

135 Polisi Geledah Rumah John Kei

ELLIZA HAMZAH-Tempo

john kei,polisi geledah rumah john kei
Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyatakan rumah John Kei digeledah pada 18 Februari 2011 untuk mencari barang bukti. "Pada penggeledahan itu kami mengerahkan sebanyak 135 personel, gabungan dari 56 anggota Brimob dan 76 anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya," ujarnya, Minggu 19 Februari 2012.

Polisi menggeledah rumah John Kei di Jalan Titian Indah Blok N No 1-3 Bekasi dan area sekitarnya pukul 3 hingga 6 sore, disaksikan Ketua RT setempat, istri, dan anak-anak John Kei.

Dari penggeledahan tersebut polisi menemukan berbagai barang bukti, yaitu dua buah jaket kulit cokelat tua, dua buah topi oranye dan merah, satu jins hitam, satu kaus hitam, satu pasang sepatu putih milik John Kei, dua buah senjata tajam, 3 buah tombak yang ditemukan di selokan, serta sejumlah catatan nama anak buah John Kei.

Menurut Rikwanto, barang bukti tersebut akan diperiksa tim forensik untuk ditelusuri apakah ada hubungannya dengan pembunuhan Bos Power Steel beberapa waktu lalu. "Yang pasti kami periksa itu adalah baju, celana, jaket, dan sepatu. Apakah ada bercak darah korban atau tidak," ucapnya. Pakaian John yang diambil adalah yang menurut polisi terekam di kamera CCTV Swiss Bel-Hotel.

Hingga saat ini John Kei masih dirawat di RS Polri karena tertembak di betisnya. Hasil tes urine John Kei belum keluar hasilnya, sedangkan tes urine AF menyatakan positif mengandung narkotika.

Ini Kronologis Pembunuhan Bos Sanex Steel versi Pengacara John Kei

Bagus Santosa - Okezone
kronologi,pembunuhan,bos sanex steel,john keiJAKARTA - John Refra Kei yang ditangkap Jumat lalu, diduga terlibat dalam kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono  yang  terjadi di kamar 2701 Swiss-Bel Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis 26 Januari lalu.

Pengacara John Kei, Tofik Chandra membenarkan bahwa di kamar itu, John Kei dan Ayung sapaan Tan Harry memang sempat bertemu.  "Tapi ketika pembunuhan terjadi setelah John sudah pulang ke rumahnya," kata Tofik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada Minggu (19/2/2012) malam.

Dia juga menceritakan kasus pembunuhan Ayung dan menceritakan kenapa bisa nama John Kei ikut disebut-sebut dalam kasus ini.

Pada Kamis tersebut, John Kei dan Ayung saling kontak melalui telepon. Keduanya sepakat bertemu untuk saling melepas rindu. Pasalnya, Ayung sudah lama tidak bertemu dengan John Kei. "Awalnya Ayung menawarkan untuk bertemu di tempat karaoke. Tapi John lagi malas karaoke," kata Tofik.

Ayung, lanjutnya, menjelaskan bahwa Ayung sudah memesan kamar di Swiss-Bel Hotel. Keduanya pun akhirnya sepakat bertemu di sana. Bahkan John juga berencana untuk menginap di sana.

John Kei yang pertama kali datang ke hotel itu. Dia datang bersama tiga orang temannya. "Dia tiba sekira pukul 21.15 WIB," ujarnya.

Kemudian Ayung tiba 15 menit kemudian. Tak lama berselang, teman John yang berprofesi pengacara ikut dalam pertemuan tersebut.

Sekira pukul 22.30 WIB, datang 11 anak buah John. Kedatangan mereka terekam kamera Closed Circuit Television (CCTV) dan tercantum dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). "Mereka tidak diundang. Tapi di mana ada bang John mereka memang biasa ikut," kata Tofik.

Salah satu dari 11 orang itu kemudian menegur Ayung. "Halo bos, gimana soal fee kita," kata Tofik, meniru perkataan anak buah John Kei. Ayung kemudian menjelaskan pada John Kei kalau dia punya "urusan" dengan anak buahnya tadi. "Tapi John tidak tahu soal itu. John pasti kesal kalau anak buahnya melakukan pekerjaan tapi dia (John) tidak tahu," kata Tofik.

Ayung kemudian meminta waktu pada John untuk membicarakan "urusan"  tersebut. "Panglima (panggilan Ayung untuk John Kei), saya mau bicara dulu dengan anak-anak," kata Tofik menirukan Ayung sebagaimana tercantum dalam BAP.

Atas permintaan itu, John pergi dari kamar dan beranjak pulang menuju ke rumahnya. John pun batal menginap di kamar yang ia pesan. "Di CCTV terlihat ia turun dari lift sekira pukul 22.40,” kata Tofik.

Lalu sekira pukul 23.00 sebelas anak buah John turun melalui lift. Rekaman CCTV menggambarkan mereka turun dengan tangan bersimbah darah. Termasuk di antaranya lima orang yang sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka, yakni Candra, Tuce, Ancola, Dani, dan Kupra.

Salah satu diantaranya malah ketahuan memegang pisau. "Dari CCTV itu ketahuan, Candra turun sambil pegang pisau. Sementara banyak darah di tangan Tuce,” ceritanya.

Saat kejadian itu, mereka langsung pulang dan menuju ke tempat lain. "Dari situ mereka ikut mobil kawannya  pergi ke Mangga Besar. Dari Mangga Besar mereka naik taksi dan langsung ke melapor ke Polda," ceritnya.

Tofik mengatakan mereka melapor ke Polda Metro Jaya karena melakukan pengakuan sudah membunuh di  Swiss-bel Hotel.

Mereka ketakutan lantaran mengetahui bahwa yang dibunuh adalah teman dekat John Kei. "Mereka justru mengamankan diri ke polisi," tuturnya.

Kemudian dari pengakuan mereka terkuaklah kasus pembunuhan tersebut. "Jangan kira penyerahan diri itu sudah direncanakan. Mereka itu takut dengan Bung John," katanya.

Barang bukti pisau yang digunakan para pelaku, lanjutnya juga didapatkan atas perintah dari John Kei. "Pisau itu kita yang carikan dan akhirnya ditemukan," jelasnya.

Ini Pesan John Kei Kepada Anaknya

Bagus Santosa - Okezone
john kei
JAKARTA - Raut kesenangan terpancar dari wajah Feren, anak John Refra Kei setelah polisi mengizinkan keluarga menjenguk John Kei di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (19/2/2012) malam.

Feren bersama ibunda dan dua orang kakaknya menjenguk sang ayah sekira pukul 20.00 WIB. Dia sangat senang berbincang kembali dengan sang ayah setelah 3 hari tak bertemu.

"Seneng banget lah pastinya," kata Feren yang masih duduk di kelas 1 SMP usai menjenguk sang ayah.

Feren hanya mengingat pesan dari sang ayah. "Papa cuma pesen, Keep strong aja dan tingkatkan nilai di sekolah," ceritanya. Dia sendiri berjanji akan menjalankan pesan sang ayah.

Sekedar diketahui, pihak keluarga hingga sore tadi tidak diperbolehkan menjenguk John Kei. Merasa diperlakukan berbeda. Pihak keluarga sempat mengadukan hal ini ke Propam Mabes Polri.

Namun lantaran tutup, pihak keluarga akan melanjutkannya esok hari. Selain Propam Mabes Polri, pihak keluarga juga akan melaporkan ke KomnasHAM soal proses penangkapan John Kei.

Fenomena John Kei, Rahasia Umum

john kei,preman,dept colectorPengawalan ketat aparat terhadap John Kei, yang dituduh terlibat pembunuhan, dipertanyakan. "Penjagaan ketat itu apakah untuk melindungi John Kei dari musuh-musuhnya atau sebaliknya?" kata kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, dalam perbincangan dengan VIVAnews.

Adrianus menilai pengamanan terhadap pria yang diyakini polisi membunuh bos peleburan besi PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung, itu berlebihan. Kendati begitu, Adrianus menjadi maklum jika menimbang John Kei adalah salah satu pemimpin kelompok sipil yang terorganisir. Menurut dia, fenomena John Kei ini sudah seperti menjadi rahasia umum.

"Orang-orang seperti John Kei ini seperti dipelihara, tapi seperti memelihara anak macan. Sekarang yang memelihara itu harus menanggung sendiri akibatnya," kata Adrianus.

John dibekuk pada Jumat malam 17 Februari 2012 di Hotel C'One, Pulo Mas, Jakarta Timur. Polisi menurunkan puluhan personel untuk menangkapnya. Kaki John ditembak aparat, kata polisi karena melawan saat akan dibekuk.

John sendiri membantah tuduhan polisi. "Saya tidak tahu menahu soal pembunuhan itu. Ngapain saya bunuh dia? Dia itu sahabat saya," kata John saat dibawa ke kamar rontgen di RS Kramat Jati, Jakarta. (eh)
• VIVAnews
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna