Showing posts with label pernikahan unik. Show all posts
Showing posts with label pernikahan unik. Show all posts

Pasangan Ini Menikah Setiap Tahun

CALIFORNIA - Ada beragam cara untuk mengungkapkan rasa cinta terhadap pasangan. Salah satunya seperti yang ditunjukkan pasangan asal California ini.

Pasangan suami istri asal California Amerika Serikat (AS) Susan dan Evan Money memilih untuk melangsungkan pernikahan setiap tahunnya.

Pasangan itu pada awalnya hanya merencanakan untuk menikah satu kali saja, namun setelah menjalani perayaan pernikahan yang menurut mereka sangat romantis akhirnya mereka memutuskan untuk menikah di tempat yang berbeda setiap tahunnya.

"Evan adalah seorang pria yang sangat romantis, dia benar-benar cinta sejatiku. Aku tidak pernah berpikir Aku akan hidup sebahagia ini. Ini adalah pernikahan ke 15 ku dengan Evan dan Aku belum pernah sebahagia ini sebelumnya," ujar Susan seperti dikutip Daily Mail Jumat, (24/2/2012).

Pasangan ini tercatat telah melangsungkan pernikahan di 15 tempat yang berbeda. Di antaranya di atas balon udara, di sebuah hotel di Las Vegas, di sebuah peternakan di Fort Lauderdale dan di beberapa tempat lainnya.

Susan mengatakan, mereka telah menikah di lima gereja yang berbeda dan pernikahan mereka dilakukan oleh 11 pendeta yang berbeda pula.

"Pernikahan di pantai dengan lumba-lumba adalah pernikahan favoritku. Itu benar-benar adalah yang paling indah. Dan Aku tidak pernah bisa berhenti menangis," ujar Susan.

Sementara itu menurut Evan pernikahan favoritnya sama dengan istrinya, yakni, di sebuah pantai yang terletak di Hawai.

"Melihat wajah Susan yang begitu gembira membuatku ikut bahagia," ujar Evan.
Tahun ini mereka berencana untuk melangsungkan pernikahan ke 16 mereka dalam sebuah pertandingan sepak bola di AS.

"Melangsungkan pernikahan setiap tahun memang membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun ini adalah cara yang romantis untuk merayakan cinta Kami," tambah Susan.

Sembilan Pasangan Ini Pilih Pernikahan Bugil

Khairisa Ferida
pasangan bugil, pernikahan bugil
Liputan Menarik, NEGRIL - Selayaknya pasangan yang akan melangsungkan pernikahan, busana pengantin tentu merupakan bagian penting yang menjadi perhatian.

Namun hal itu ternyata tidak berlaku bagi sembilan pasangan pengantin yang  melangsungkan pernikahan di Negril, Jamaika.

Mereka yang menikah tepat di hari Valentine itu menyelenggarakan pernikahan unik yang jarang terjadi sebelumnya, yakni menikah tanpa mengenakan sehelai benang pun.

"Kami berdua suka melakukan hal-hal gila dan nakal," ujar salah seorang pasangan pengantin seperti dikutip Daily Mail Kamis, (16/2/2012).

Pernikahan bugil ini awalnya terjadi setelah Resor Hedonisme II di Negril, Jamaika mengundang sepuluh pasangan untuk menyelenggarakan pernikahan bugil di resor itu.

Pihak manajemen mengatakan, pasangan yang tertarik dengan pernikahan bugil ini tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun karena semuanya ditanggung oleh pihak penyelenggara.

Untuk memilih pasangan yang berhak menikah di resor mereka, manajemen resor Hedonisme II melakukan seleksi ketat. Sampai akhirnya terpilih sembilan pasangan yang memiliki jawaban menarik terkait pertanyaan kenapa mereka memilih menikah secara bugil.

"Ini adalah pernikahan yang indah, seperti di dalam dongeng," ujar salah seorang peserta pernikahan bugil lainnya usai upacara pernikahan berlangsung.

Upacara pernikahan bugil ini adalah yang pertama kalinya terjadi sejak tahun 2003 lalu yang juga terjadi di Jamaika.(rhs)


 

Mitos Pernikahan dan Celana Dalam di Brasil

pernikahan unik di alam terbuka
Mitos kerap muncul tanpa logika. Berkembang menjadi semacam tradisi yang diinformasikan berantai tanpa jelas asal usulnya.

Seperti di Brasil, sejumlah masyarakat percaya bahwa mengenakan gaun pengantin tanpa celana dalam saat mengucap janji setia di gereja bisa membuat hubungan pernikahan langgeng.

Banyaknya masyarakat yang terjebak mitos itu membuat sejumlah pejabat pemerintah resah. Usulan penerbitan aturan hukum yang bisa memaksa pengantin mengenakan celana dalam saat menikah pun bergaung.

Ozias Zizi, salah seorang anggota dewan di negara tersebut, mengklaim terjadi peningkatan jumlah wanita di kota kelahirannya, Vila Velha, yang nekat menikah tanpa celana dalam. "Mereka yakin ini akan membuat pernikahan mereka bertahan lebih lama," katanya, seperti dilansir Daily Telegraph.

Politisi Partai Republik Brasil itu menambahkan bahwa hukum tersebut hendaknya juga mengatur tentang potongan gaun yang terlalu rendah di bagian dada. Menurutnya, ini penting sebagai bentuk penghormatan terhadap pendeta dan gereja.

"Orang bisa menikah di mana saja dengan cara yang mereka sukai. Tetapi, saat mereka memasuki tempat ibadah, mereka harus menunjukkan rasa hormat. Dan, ketika mereka menikah di gereja tanpa celana dalam, itu artinya mereka tidak memiliki rasa hormat," ujarnya.

Seorang pendeta setempat, Enoch de Castro, menyambut positif niat baik Zizi. Namun, menurutnya, pembuatan aturan hukum itu sebagai hal konyol. "Sangat tidak masuk akal ketika aturan itu mengharuskan adanya polisi atau petugas yang memastikan pengantin wanita memakai celana dalam atau tidak." (hp).
• VIVAnews

Pernikahan Gadis Cilik & Dewa Wisnu di Nepal

Bhintuna, gadis berusia sembilan tahun duduk sembari tersenyum dalam balutan gaun pengantin tradisional berwarna merah dan emas. Sambil memegang sebuah nampan, ia menunggu giliran dalam sebuah ritual suci pernikahannya dengan dewa pelindung dalam agama Hindu, Wisnu.

Gadis yang duduk di sekolah dasar ini hanyalah salah satu dari puluhan gadis cilik yang ikut ambil bagian dalam tradisi Bibaha IHI atau Bel, tradisi unik di Komunitas Newar di Nepal. Setiap anak perempuan yang belum mencapai masa pubertas harus melangsungkan pernikahan dengan Dewa Wisnu.

"Sangat menyenangkan. Saya senang memakai pakaian baru dan bersama begitu banyak teman," ucap Bhintuna seperti dikutip kantor berita Reuters.

Ritual yang dilakukan semua anak perempuan sebelum memasuki masa pubertas. Ini adalah satu dari tiga pernikahan dalam kehidupan setiap anak perempuan di komunitas Newar.

Dalam upacara berikutnya, para anak perempuan akan 'menikahi' matahari dengan menghabiskan 12 malam di ruang yang gelap pada usia 11 atau 13 tahun. Ritual ini dipercaya akan memberi perlindungan tambahan bagi setiap gadis. Sementara, pernikahan yang terakhir akan terjadi dengan suami sebenarnya, dan biasanya terjadi saat usia 25 tahun.

Kendati asal-usul tradisi Bel tidak jelas, Rajopadhyaya Rajendra, imam yang memimpin upacara mengatakan ritual telah berlangsung setidaknya selama beberapa abad terakhir. Dalam sebuah kisah, orang tua seorang gadis menikahkan anaknya kepada Dewa Wisnu yang dianggap dewa pelindung, agar anak mereka selalu dilindungi. 

Ritual yang berlangsung di sebuah kuil di Kathmandu dan ditonton ratusan orang, 80 anak perempuan berusia 6 hingga 9 tahun membawa nampan dan menunggu giliran menjadi 'pengantin' Dewa Wisnu.

Sesaji yang dibawa dalam nampan beraneka antara lain beras, pisang dan bubuk vermilion diletakkan saat mereka berada dalam pangkuan orang tua sebelum "menikahi" buah yang dibuat dari pohon apel sebagai representasi dewa Wisnu.

Setelah upacara, pengantin wanita akan makan daging kerbau dan nasi serta minum minuman keras buatan sendiri mirip vodka yang disebut "aela".

Ibu Bhintuna, Sirjana Sakya, 36, yang duduk disamping putrinya mengatakan ritual ini mengingatkan dirinya pada pengalaman masa kecilnya. "Saya pikir anak saya akan menjadi mandiri secara emosional dan mampu mengurus dirinya sendiri dengan bawah perlindungan suaminya yang suci," katanya.

Dia menambahkan merasa senang karena dapat menjaga budaya bangsanya. Nepal secara resmi menjadi negara sekuler dan menghapus monarki Hindu sejak 2008. Tetapi mayoritas penduduk dari keseluruhan 26,6 juta jiwa penduduk negara ini merupakan penganut Hindu taat. (eh)


• VIVAnews

Pengantin Dilempar ke Salju

Tokyo: Ada yang unik pada pesta pernikahan warga di Prefektur Niigata, Tokyo utara, Jepang. Pada acara sakral itu, pengantin pria dilemparkan ke salju. Ahad (15/1) kemarin, pesta pernikahan tradisional yang digelar di Tokamachi City itu diikuti tiga pasang pengantin.

Acara tersebut diyakini dilakukan para leluhur mereka sekitar 300 tahun yang lalu. Ketika itu, para pria melemparkan mempelai pria ke luar kota atas pembalasan telah menikahi wanita dari komunitas mereka.

Kini, warga menjalankan adat itu dengan membawa para suami ke puncak lereng setinggi lima meter. Kemudian mereka dilempar satu per satu ke dalam salju setebal tiga meter. Para pria berguling menuruni lereng dan nantinya istri mereka akan membersihkan salju di pakaiannya.

Seorang mempelai pria mengatakan, perayaan itu berakhir sangat cepat dan ia begitu menikmatinya. Dengan melakukan adat tersebut, ia berharap dapat menciptakan keluarga bahagia.

Para istri pun terhanyut pada kemeriahan acara itu. Bahkan mereka tampak tenang ketika pasangan mereka dilemparkan ke dalam salju.(NHK/SHA)

Kanibal Menikah dengan Perempuan Penghisap Darah

Fajar Nugraha
SWEDIA - Pelaku kejahatan sama seperti halnya manusia biasa mereka ingin melakukan pernikahan. Hal ini yang diinginkan oleh seorang pria kanibal pelaku pembunuhan dan perempuan penghisap darah atau vampire yang membunuh korban-korbannya.

Dua pelaku kejahatan tersebut saat ini tengah ditahan di sebuah rumah sakit jiwa di Swedia. Keduanya pun dikabarkan sudah bertunangan dan berniat untuk menikah dalam waktu dekat.

Tabloid The Sun, Rabu (1/2/2012) menyebut keduanya sebagai "pasangan iblis paling menakutkan di dunia". Pria kanibal berusia 33 tahun dan perempuan berusia 23 tahun itu, berencana untuk tetap menikah meskipun kedua memiliki masa lalu yang gelap.

Keduanya sempat menawarkan cerita mereka kepada The Sun, tetapi kedua belah tidak bisa meraih kesepakatan. The Sun sendiri mengaku akan tidak mengangkat cerita pelaku pembunuhan horor yang dilakukan keduanya, apalagi membayar cerita itu.

Sang pria diketahui membunuh pacarnya terdahulu dengan sadis dan memakan dagingnya. Sementara si perempuan, membunuh seorang pria dan meminum darahnya.

Melihat kejahatan yang mereka, memang mengherankan mengapa keduanya hanya dimasukan ke dalam penjara. "Pasangan Maut" tersebut justru mampu menghindari penjara dan diharuskan menjalani perawatan kejiwaan. Tetapi sistem hukum Swedia yang liberal memungkinkan hal tersebut.

Meskipun belum jelas kapan keduanya akan dibebaskan, tidak jelas apakah keduanya akan mendapatkan izin untuk menikah.
(faj)

Pria Thailand Nikahi Jenazah Kekasihnya

Eny Kartikawati - wolipop

Jakarta - Sebuah pernikahan yang cukup aneh baru saja dilakukan oleh seorang pria Thailand. Pria tersebut menikahi kekasihnya yang sudah meninggal.

Thai-Asean News Network melaporkan, pria tersebut bernama Chadil Deffy yang juga dikenal sebagai Deff Yingyuen. Dia melakukan upacara pernikahan dengan jenazah kekasihnya Sarinya 'Anne' Kamsook di Surin, Thailand.

Yingyuen dan Kamsook sudah pacaran selama 10 tahun. Keduanya memang berencana menikah di masa mendatang. Tapi Yingyuen ingin menyelesaikan dulu sekolahnya sebelum ia menikahi pujaan hatinya tersebut, seperti dikutip dari Huffington Post.

Manusia boleh berencana, tapi memang Tuhan yang menentukan segalanya. Di saat rencana masa depan itu belum terwujud, Kamsook tewas dalam sebuah kecelakaan.

Pattaya Daily News menulis, pasangan Yingyuen dan Kamsook bertemu di Eastern Asia University, Thailand, 10 tahun lalu. Saat Kamsook meninggal, karangan bunga tanda duka cinta banyak ditaruh di universitas tersebut.

Video dan foto pernikahan Yingyuen beredar di Facebook. Cukup banyak orang memberikan komentarnya mengenai pernikahan tersebut.

Salah satu teman pengantin, Onsiri Pravattiyagul menulis di kolom opini Bangkok Times mengenai pernikahan itu. Dalam tulisan tersebut dikatakan, Yingyuen menikahi jenazah kekasihnya karena merasa bersalah.

"Dia merasa belum melakukan apa-apa untuk kekasihnya selama 10 tahun ini. Sebelum kekasihnya meninggal karena kecelakaan, kekasihnya itu sudah minta dinikahi. Tapi dia memilih menunda pernikahan," begitu isi tulisan yang menjelaskan pernikahan aneh tersebut.

(eny/eny)

Pernikahan Terunik: Sambil Bugil & Bungee Jumping

Eny Kartikawati - wolipop

Jakarta - Ada banyak cara untuk membuat sebuah pernikahan berkesan. Sembilan pasangan pengantin berikut ini pun tahu benar bagaimana melakukannya. Pernikahan mereka bisa dibilang paling unik.

Berikut 9 pasangan dengan pernikahan terunik, seperti dikutip dari Oddees:

1. Bugil
Pasangan Ellie Barton dan Phil Hendicott tampil tanpa busana di pernikahan mereka yang  dihadiri 250 tamu. Dalam pernikahan yang digelar di Brisbane, Australia itu satu-satunya  busana yang dipakai oleh mempelai wanita adalah veil untuk hiasan kepalanya. Sementara  mempelai laki-laki, menggunakan topi untuk menutupi bagian intimnya. Pernikahan tersebut  dilakukan pagi hari dan disiarkan langsung oleh sebuah radio.

2. Bungee Jumping
Pasangan asal Belgia, Jeroen dan Sandra Kippers mengadakan pernikahan di atas ketinggian  160 kaki. Sejumlah tamu dan beberapa musisi ikut hadir di tempat tersebut. Setelah saling  mengucapkan janji pernikahan, keduanya kemudian melakukan bungee jumping. Resepsi  pernikahan dilakukan setelah kedua mempelai bungee jumping. Para tamu bisa menikmati lagi  berpesta di atas ketinggian.
3. Ekor Gaun Pengantin Terpanjang
Seorang mempelai wanita di Propinsi Guangdong, China, ingin mencatatkan diri sebagai  pengantin dengan ekor gaun terpanjang di dunia. Maka ia pun memakai gaun pengantin yang  ekornya mencapai 2 km. Butuh tiga jam untuk membentangkan ekor gaun tersebut. Ekor gaun  juga dihiasi 9.999 mawar merah.

4. Department Store
Lisa Satayut rupanya begitu suka belanja di department store T.J. Maxx yang ada di Mt.  Pleasant, Michigan. Menurutnya department store itu tempat yang membahagiakan. Alasan  itulah yang membuat Lisa memilih dinikahi kekasihnya Drew Ellis di area sepatu T.J. Maxx.
5. 99.999 Bunga Mawar
Demi menikahi kekasihnya, Xiao Liu, seorang pria asal China rela menghabiskan uang yang  setara dengan gajinya setahun untuk membeli 99.999 bunga mawar merah. Bunga mawar tersebut digunakan untuk menghias 30 mobil yang menjadi latar belakang pernikahan pasangan berusia 24 tahun itu. Angka 999 dipilih karena dipercaya sebagai angka keberuntungan.

6. Kamar Mayat
Michelle Thomas tak sanggup saat mendengar berita tunangannya Kevin Lavelle terbunuh usai  pulang kerja. Padahal keduanya tengah mempersiapkan pernikahan. Michelle pun kemudian  memutuskan menggelar pernikahan di kamar mayat Rumah Sakit John Radcliffe, Inggris, tempat  jenazah Kevin berada. Seorang pendeta memimpin upacara pernikahan yang cukup aneh itu.
7. Akuarium Hiu
Pasangan asal New York, April Pignataro dan Michael Curry menikah Juni 2010 lalu. Saat  menikah keduanya, pengantin wanita memakai baju menyelam berwarna putih dan pengantin  pria, baju menyelam warna hitam. April dan Michael menikah di dalam akuarium berisi hiu di  Atlantis Marien World, Riverhead, New York.
8. Bersepeda
Sepasang kekasih asal Rusia ini sepertinya gemar bersepeda. Oleh karena itulah mereka  memutuskan menikah sambil bersepeda keliling kota. Uniknya, tamu undangan yang hadir pun  memakai kostum bersepeda dan ikut naik sepeda bersama mereka.

9. 110 Pengiring PengantinPasangan pengantin yang menikah di Proctorville, Ohio ini berhasil memecahkan rekor dunia.  Rekor tersebut adalah untuk pengiring pengantin terbanyak. Setidaknya ada 110 pengiring  pengantin dalam pernikahan yang digelar 11 Juni 2010 itu. Jill Stapleton pemilik sebuah  sekolah menari adalah pengantin wanitanya. Dia meminta murid-muridnya untuk menjadi  pengiring pengantinnya.

(eny/eya)

Prosesi Menikah di Udara Mendapatkan Rekor MURI

Bandarlampung, (tvOne)
Prosesi akad nikah di udara menggunakan bantuan balon, mendapatkan rekor kategori unik dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebanyak 10 dari 50 pasangan calon pengantin dari berbagai daerah di Lampung itu, secara bergantian menikah dengan menggunakan bantuan balon udara, di Lapangan Korpri Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Sabtu (21/11).

Para calon pengantin yang akan menikah itu terlihat cemas saat akan menaiki balon udara tersebut, tetapi setelah turun wajahnya ceria dan senyuman terpancar dari rona muka mereka. "Awalnya saya takut saat menaiki balon udara, karena ada api yang menyembur cukup panas," kata salah seorang peserta nikah massal itu, Zumadi.

Zumadi, warga Bandarlampung, mengaku merasa senang telah melangsungkan prosesi pernikahan di udara. Menurutnya prosesi pernikahan dengan menggunakan balon udara di ketinggian 20 meter, cukup membuat dirinya takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti jatuh. Namun, setelah akad nikah selesai, dirinya merasa senang dan bahagia telah melangsungkan pernikahan dengan cara unik itu.
Sementara Brand Manager, Rawit Edward Satrio mengatakan, prosesi pernikahan itu memecahkan rekor MURI untuk kategori unik. Ia menyebutkan, nikah massal tersebut diikuti 50 pasangan dari kalangan yang tidak mampu. "Tidak semua pasangan calon pengantin menikah di atas, karena faktor keamanan," katanya.
Menurutnya, tiupan udara di lapangan Korpri cukup kencang sehingga tidak memungkikan semua calon pengantin melangsungkan akad nikah di udara. Sebelumnya, prosesi pernikahan massal tahun lalu juga berlangsung di Lampung, yakni di atas kendaraan trailer.
Salah seorang anggota MURI Ngandri mengatakan, pemberian penghargaan MURI pada pernikahan itu bukan karena banyaknya peserta, tetapi dinilai unik. Menurutnya, MURI juga sebelumnya memberikan penghargaan kepada calon pengantin yang menikah di atas paralayang dan kendaraan trailer. (Ant)

tvonenews.com
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna