Empat Makanan Pereda Sakit Kepala

Saat sakit kepala datang, biasanya Anda mungkin segera mengonsumsi obat pereda rasa sakit lalu tidur. Tapi, tahukah Anda kalau beberapa makanan bisa mencegah, bahkan meredakan sakit kepala?

Sebelum mengandalkan obat, coba saja konsumsi empat makanan berikut. Kandungan didalamnya akan sangat membantu Anda untuk meredakan sakit kepala.

1. Semangka
Menurut Stella Metsovas, seorang ahli nutrisi dari California, dehidrasi merupakan pemicu terbesar sakit kepala. Jadi, jika cuaca terasa panas dan Anda merasa pusing, pemicunya bisa jadi karena tubuh kekurangan cairan.

Coba segera konsumsi buah dan sayur yang kaya air dan mineral, contohnya semangka. "Banyak sayur dan buah yang mengandung cairan sekaligus nutrisi tinggi. Ini adalah kunci untuk mencegah dan meredakan sakit kepala," kata Metsovas, seperti dikutip dari womansday.com.
2. Roti gandum
Untuk Anda yang sedang diet rendah karbohidrat, waspadalah. Asupan karbohidrat yang terlalu sedikit, bisa membuat Anda mengalami sakit kepala.

"Ketika Anda mengikuti diet rendah karbohidrat, penyimpanan glikogen akan terkuras. Glikogen merupakan sumber energi pada otak, jadi saat persediaannya berkurang akan muncul rasa nyeri di kepala," kata Erin Palinski, seorang pakar diet.

Jangan sama sekali tak mengonsumsi karbohidrat. Anda harus tetap memenuhi kebutuhan karbohidrat, konsumsi saja karbohidrat sehat seperti roti gandum atau nasi merah, yang lebih kaya serat.

3. Kacang almond
Sebuah penelitian pernah menemukan bahwa magnesium, yang banyak terdapat di kacang almond, bisa meredakan sakit kepala. Magnesium tersebut berfungsi membuat pembuluh darah tidak tegang, sehingga peredaran darah jadi lebih lancar dan efektif.

Seseorang yang sering mengalami migrain, disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya kandungan magnesium. Seperti, pisang, avokad, almond dan nasi coklat.

4. Yogurt
Saat sakit kepala, ini bisa jadi sinyal tubuh kalau Anda kekurangan kalsium. Itu karena, menurut Palinski, otak sangat bergantung pada kalsium untuk bisa berfungsi secara efisien dan efektif. Untuk memenuhi kebutuhan Anda bisa mengonsumsi yogurt atau susu. • VIVAnews


Ini Mitos dan Fakta Seputar Kesehatan

Ingatkah saat Anda masih kecil lalu orangtua Anda menasehati tentang banyak hal? Misalnya saja tentang wortel yang baik untuk mata atau tentang duduk bersila bisa menyebabkan varises. Ada kalanya mitos-mitos tersebut membuat bingung karena kita tak tahu kebenarannya.

Situs The Sun menyelidiki beberapa mitos paling populer dan melansirnya dalam situs mereka, antara lain:

1. Wortel bantu melihat dalam gelap: BENAR
Sayuran berwarna oranye ini memang kaya akan nutrisi yang dapat menjaga mata Anda agar tetap sehat. Catherine Collins, ahli gizi utama di Rumah Sakit St George, London, mengatakan, "Wortel mengandung lutein, yang membantu melindungi terhadap degenerasi mata saat usia bertambah."

Mereka juga mengandung vitamin A, yang membantu melindungi mata dengan menyerap energi cahaya yang melewati ke dalamnya.
Peningkatan kadar vitamin A memungkinkan mata Anda menyerap lebih banyak energi dan menjadi lebih sensitif terhadap cahaya redup, ini dapat membantu Anda untuk melihat secara lebih efektif di malam hari.

2. Duduk bersila sebabkan varises: SALAH
Salahkan gen Anda, bukan posisi Anda duduk untuk varises. Mark Whiteley, dari Nuffield Health mengatakan, "Tidak diketahui mengapa beberapa orang mengembangkan tentang varises ini dan bukan hal lainnya."

"Apa yang diketahui adalah bahwa varises cenderung terjadi dalam keluarga. Ini lebih umum (terjadi) saat usia bertambah dan lebih umum terjadi dengan orang-orang yang kelebihan berat badan. Tidak ada bukti bahwa menyilangkan kaki Anda akan menyebabkan varises," kata dia.

3. Flek pada kuku berarti Anda membutuhkan kalsium: SALAH
Dr David Fenton dari Rumah Sakit St George, London, mengatakan, "Ini adalah dongeng jaman dulu yang menyebutkan bahwa indikasi ini menunjukkan kurangnya kalsium atau mineral. Itu hanyalah sebuah pertanda dari kuku yang rusak dan tidak perlu dikhawatirkan."

Bagaimanapun, alur vertikal pada kuku menunjukkan kekurangan zat besi ataupun vitamin B.

4. Merasa kedinginan jika pergi dengan rambut yang basah: SALAH
Professor Ron Eccles dari Common Cold Centre di Cardiff mengatakan, "Anda bisa keluar rumah dengan rambut basah setiap hari dan tidak akan masuk angin, asalkan Anda tidak tertular pilek dari orang lain."

5. Menelan permen karet bisa mem-blok perut Anda: SALAH
Dr Paula Franklin dari Bupa mengatakan, "Mitos bahwa permen karet tetap berada di dalam perut selama bertahun-tahun dan mem-blok saluran pencernaan Anda mungkin berasal dari pernyataan bahwa itu susah untuk dicerna."
Jika Anda tidak sengaja menelan permen karet, memang tidak akan segera tercerna. Namun ini berarti permen tersebut akan berada dalam tubuh selama beberapa hari."

"Permen karet bebas gula menggunakan sorbitol sebagai pemanis yang jika tertelan, dapat memberikan diare," kata dia.

6. Makan pisang bisa membuat Anda gendut: SALAH
Hanya ada setengah gram lemak dan 95 kalori dalam sebuah pisang. Mereka sedikit berenergi lebih tinggi ketimbang buah-buahan yang lain tetapi kalori itu datang dari karbohidrat yang sebenarnya bagus untuk dikonsumsi sebagai pengganti 'bahan bakar' di tubuh Anda usai olahraga. Pisang penuh dengan kalium yang membantu menurunkan tekanan darah ditambah vitamin B6 yang bagus untuk kulit dan rambut.
• VIVAnews

Obat Baru Penyakit Asma: Tungau

Sebuah studi menemukan obat revolusioner dalam pengobatan asma. Tablet ini dibuat dari protein tungau debu yang umum ditemukan dalam rumah.

Segera setelah diminum, pil akan mencair di bawah lidah dan bertujuan menyempurnakan sistem kekebalan tubuh sehingga tidak bereaksi berlebihan ketika kontak dengan kotoran tungau, pemicu utama untuk serangan asma.

Hasil uji coba awal menunjukkan, pasien yang minum pil setiap hari akan mengurangi pemakaian steroid inhalasi--obat yang kerap menjadi pilihan menjaga serangan asma. Percobaan yang melibatkan 600 penderita asma yang alergi terhadap tungau debu rumah mengungkap, satu dari tiga penderita asma yang minum obat ini berhenti menggunakan steroid inhalasi mereka.

Asma bisa menyebabkan kondisi yang berakibat fatal. Satu dari penderita asma di Inggris meninggal tujuh jam setelah serangan terjadi. Lebih dari 70 ribu orang dari 5,2 juta penderita asma di negara ini harus menjalani perawatan.

Tungau debu rumah adalah penyebab utama serangan mengi dan asma. Hewan tersebut berasal dari keluarga laba-laba, berukuran kurang dari setengah milimeter dan memiliki warna putih. Tungau berkembang biak dalam tempat lembab dan gelap dan bersuhu 25 derajat Celcius.

Sel kulit mati manusia adalah makanan favorit hewan ini. Tak mengherankan populasi tungau banyak ditemukan pada kasur, bantal, pakaian, karpet, kursi, dan mainan berbahan lembut seperti boneka.

Kotoran tungau mengandung protein dan ketika dihirup atau disentuh seseorang yang alergi mendorong produksi antibodi. Hal ini menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut histamin dalam jumlah yang sangat banyak. Dampaknya terjadi pembengkakan dan iritasi pada saluran pernapasan sehingga penderita sulit bernapas.

Penderita yang sensitif terhadap kotoran tungau debu disarankan melakukan pencegahan termasuk membersihkan dinding dan lantai dengan kain basah,  menggunakan plastik untuk tirai dan membekukan bantal dan mainan yang sering digunakan sebulan sekali.

Tablet anti-asma ini dikembangkan perusahaan Denmark Alk Abello, yang juga membuat pil anti-demam Grazax, dari serbuk sari rumput.
Air garam untuk Bronkiolitis
Sementara itu, dokter juga sedag menguji air garam dalam bentuk spray untuk mengobati masalah pernapasan umum atau bronkiolitis. Bronkiolitis adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah dan mempengaruhi sepertiga bayi dan anak dalam tiga tahun pertama. Kondisi ini membuat pernapasan bengkak sehingga sulit bernapas.

Tak jarang anak-anak harus dirawat di rumah sakit. Pengobatannya kini terbatas hanya pendukung dan pemberian oksigen. Sebuah studi menemukan, semprotan air garam yang dapat dihirup dapat membantu anak-anak penderita Bronkiolitis. Tiga studi lainnya menyebut, masa perawatan anak di rumah sakit dapat dipangkas hingga seperempat dengan pengobatan baru ini. (eh)

• VIVAnews

Pinggang Wanita Ini Seukuran Keping CD

Ioana Spangenberg suka sekali makan dalam porsi besar dan mengemil makanan penuh kalori seperti pizza dan cokelat. Namun uniknya, tubuh wanita berusia 30 tahun tersebut bagaikan tubuh seseorang yang didiagnosis anoreksia. Ukuran pinggangnya hanya sedikit lebih besar daripada diameter cakram CD atau DVD.

Wanita asal dari Rumania hanya memiliki berat 38 kilogram, tinggi badan 160 sentimeter dan ukuran pinggang 81 sentimeter. Tak heran banyak orang menyangka dia mengidap penyakit gangguan makan.

"Tidak seorang pun tampaknya percaya, tapi setiap hari saya makan tiga kali dalam porsi besar. Saya juga mengemil cokelat dan keripik sepanjang waktu. Tapi, karena memilliki perut kecil, saya seperti mengalami bypass lambung alami. Kalau makan terlalu banyak saya akan merasa sakit," ujarnya seperti dimuat dalam The Sun.

Saat lahir Ioana memiliki berat normal, 3,5 kilogram. Namun, dia mulai terlihat berbeda saat memasuki masa pubertas. "Saat berusia 13 tahun, ukuran pinggang saya hanya sekitar 38 sentimeter. Seseorang bisa melingkarkan lengan mereka di pinggang saya dan masih memiliki ruang ekstra."

Di usia 20 tahunan, Ioana masih harus berjuang dengan rasa percaya diri karena kondisi tubuhnya. Dia menjelaskan, "Di Rumania lebih baik seseorang mengalami kelebihan berat badan, karena itu berarti Anda berasal dari keluarga kaya."

Di saat semua temannya berkencan, Ioana hanya berada dalam rumah dan berkutat dengan camilan penuh kalori seperti cokelat dan keripik sambil berharap dapat 'lebih gemuk'.

Pada 2006, dia bertemu dengan konsultan liburan berkebangsaan Jerman bernama Jan. Keduanya kemudian berpacaran selama delapan bulan sebelum menikah di Berlin.

"Jan adalah orang pertama yang melihat saya sebagi seorang yang cantik dan mendorong menghargai tubuh saya sendiri. Dia meminta beberapa foto saya dan sangat terkesan."

Sang suami kemudian mengunggah foto-foto Ioana ke internet. "Responnya luar biasa."
Meski bangga pada tubuhnya, Iona ingin menambah berat badannya sehingga ia tak terlalu terlihat kurus. "Sekarang saya tinggal di Jerman saya tidak bisa mendapatkan cukup pizza atau kebab. Tapi, saya nyaman dengan tubuh sendiri," tuturnya.



• VIVAnews

Pernikahan Gadis Cilik & Dewa Wisnu di Nepal

Bhintuna, gadis berusia sembilan tahun duduk sembari tersenyum dalam balutan gaun pengantin tradisional berwarna merah dan emas. Sambil memegang sebuah nampan, ia menunggu giliran dalam sebuah ritual suci pernikahannya dengan dewa pelindung dalam agama Hindu, Wisnu.

Gadis yang duduk di sekolah dasar ini hanyalah salah satu dari puluhan gadis cilik yang ikut ambil bagian dalam tradisi Bibaha IHI atau Bel, tradisi unik di Komunitas Newar di Nepal. Setiap anak perempuan yang belum mencapai masa pubertas harus melangsungkan pernikahan dengan Dewa Wisnu.

"Sangat menyenangkan. Saya senang memakai pakaian baru dan bersama begitu banyak teman," ucap Bhintuna seperti dikutip kantor berita Reuters.

Ritual yang dilakukan semua anak perempuan sebelum memasuki masa pubertas. Ini adalah satu dari tiga pernikahan dalam kehidupan setiap anak perempuan di komunitas Newar.

Dalam upacara berikutnya, para anak perempuan akan 'menikahi' matahari dengan menghabiskan 12 malam di ruang yang gelap pada usia 11 atau 13 tahun. Ritual ini dipercaya akan memberi perlindungan tambahan bagi setiap gadis. Sementara, pernikahan yang terakhir akan terjadi dengan suami sebenarnya, dan biasanya terjadi saat usia 25 tahun.

Kendati asal-usul tradisi Bel tidak jelas, Rajopadhyaya Rajendra, imam yang memimpin upacara mengatakan ritual telah berlangsung setidaknya selama beberapa abad terakhir. Dalam sebuah kisah, orang tua seorang gadis menikahkan anaknya kepada Dewa Wisnu yang dianggap dewa pelindung, agar anak mereka selalu dilindungi. 

Ritual yang berlangsung di sebuah kuil di Kathmandu dan ditonton ratusan orang, 80 anak perempuan berusia 6 hingga 9 tahun membawa nampan dan menunggu giliran menjadi 'pengantin' Dewa Wisnu.

Sesaji yang dibawa dalam nampan beraneka antara lain beras, pisang dan bubuk vermilion diletakkan saat mereka berada dalam pangkuan orang tua sebelum "menikahi" buah yang dibuat dari pohon apel sebagai representasi dewa Wisnu.

Setelah upacara, pengantin wanita akan makan daging kerbau dan nasi serta minum minuman keras buatan sendiri mirip vodka yang disebut "aela".

Ibu Bhintuna, Sirjana Sakya, 36, yang duduk disamping putrinya mengatakan ritual ini mengingatkan dirinya pada pengalaman masa kecilnya. "Saya pikir anak saya akan menjadi mandiri secara emosional dan mampu mengurus dirinya sendiri dengan bawah perlindungan suaminya yang suci," katanya.

Dia menambahkan merasa senang karena dapat menjaga budaya bangsanya. Nepal secara resmi menjadi negara sekuler dan menghapus monarki Hindu sejak 2008. Tetapi mayoritas penduduk dari keseluruhan 26,6 juta jiwa penduduk negara ini merupakan penganut Hindu taat. (eh)


• VIVAnews
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna