Kisah Persalinan di Pesawat Terbang

Feng Yu mengerti betul bahwa melahirkan menjadi momentum tak terlupakan. Tapi, wanita 23 tahun itu tak pernah membayangkan akan menjalani proses persalinan di dalam kabin pesawat yang tengah mengudara.

Wanita asal China itu melahirkan di dalam pesawat China Eastern Airlines yang terbang dari Chengdu, Provinsi Sichuan ke Wuhan, Provinsi Hubei, seperti dikutip Shanghaidaily.

Feng Yu mengalami kontraksi hebat sesaat setelah pesawat tinggal landas. Hanya dalam 30 menit, ketubannya pecah. Kepanikan merayap setelah sejumlah pramugari gagal menemukan pekerja medis di antara penumpang pesawat Boeing 737 itu.

Melihat kondisi Feng Yu, empat pramugari yang terlatih menangani persalinan darurat di dalam pesawat pun segera membantu. Menggunakan bantal dan selimut, mereka segera mengosongkan dua bangku terakhir sebagai ruang bersalin, menyiapkan air hangat, handuk, dan boks obat-obatan darurat.

Sekitar 30 menit berjuang, bayi Feng Yu akhirnya lahir dengan selamat. Tangis bayi seberat tiga kilogram itu pecah, dan seluruh penumpang bersorak sembari bertepuk tangan.

Pramugari membalut bayi itu dengan selimut. Mempertimbangkan pesawat segera mendarat dalam tujuh menit, mereka sengaja tak memotong tali pusar karena takut terjadi infeksi.

"Saya takut saat kepala bayi mulai muncul, tapi tubuhnya masih tertahan di dalam perut ibunya. Saya menenangkan diri saya sendiri dan berusaha keras mengingat apa yang saya pelajari saat training," kata Zuo Lei, pramugari yang membantu persalinan itu.

"Kami memang mendapat pelatihan membantu persalinan darurat, tapi tidak ada di antara kami yang berpengalaman membantu persalinan sebelumnya," Zuo Lei menambahkan.

Terlepas kisah mengharukan itu, banyak orang bertanya bagaimana seorang wanita hamil tua bisa naik pesawat? Padahal aturan penerbangan tegas mengatakan bahwa wanita hamil lebih tujuh bulan tak boleh naik. Feng Yu rupanya lolos karena kandungannya tak terlampau besar dan tersamar baju tebal.


• VIVAnews

5 Tahun, Anak Tumbuh Tanpa Identitas Gender

Melihat anaknya terlahir perempuan, hampir semua orangtua antusias menyiapkan perlengkapan bayi yang memperkuat gendernya, seperti pakaian bernuansa pink, bandana, pita, rok, juga boneka. Jika laki-laki, perlengkapan yang disiapkannya pun cenderung maskulin seperti baju bernuansa biru, celana, dan bola.

Tapi tidak bagi pasangan Beck Laxton dan Kieran Cooper. Meski tahu betul anaknya berkelamin laki-laki, mereka tetap membelikan rok, aksesori rambut, dan mainan khas anak perempuan. Mereka ingin anaknya tumbuh netral, tanpa pilihan gender.

Selama lima tahun, pasangan itu menyembunyikan jenis kelamin anaknya. Hanya kerabat dekat yang benar-benar mengetahui jenis kelamin bocah bernama Sasha itu.

Laxton dan Cooper menempatkan Sasha di kamar dengan interior netral berwarna kuning. Memperbolehkan Sasha bermain boneka, tapi juga tak melarangnya memainkan lego atau tembak-tembakan. Membelikannya rok tutu dan sepatu balet, tapi juga menyiapkan kaos dan celana sporty.

Mereka ingin anaknya bisa mengekspresikan dirinya secara alami dan tumbuh tanpa pengaruh gendernya. "Gender akan memengaruhi anak harus memakai apa, tidak boleh bermain apa, aku tak ingin membatasi pilihan hidupnya," kata Laxton yang baru tertarik menanyakan jenis kelamin anaknya, 30 menit usai persalinan, dikutip Daily Mail.

Mulanya, pasangan Sawston, Cambridgeshire, itu tetap menolak mengungkap jenis kelamin anaknya di tengah kemarahan publik yang menuduh mereka telah membangun karakter anak menjadi aneh. Ia tak peduli dianggap sebagai wanita gila yang tak tahu kelamin anaknya sendiri.

Mereka berubah pikiran ketika anaknya mulai masuk sekolah dasar. Meski Sasha akan mengenakan seragam laki-laki ke sekolah, mereka tetap tak membuang baju-baju dan mainan wanita. "Baju-baju perempuan bisa untuk bersenang-senang di rumah, kami tidak pernah memaksa," katanya.

Dr Daragh McDermott, dosen psikologi di Anglia Ruskin University, mengatakan, sulit untuk memprediksi efek jangka panjang dari pendidikan konvensional yang membuat kening berkerut seperti itu. "Masih sulit menganalisis apakah anak yang dibesarkan dengan gender netral memiliki konsekuensi psikologis langsung atau jangka panjang."

"Tapi yang bisa saya katakan, identitas gender anak tak hanya dipengaruhi aturan yang diterapkan keluarga, tapi juga lingkungan sekolah, sosialisasi dengan anak-anak lain, orang dewasa di sekitarnya, dan media massa," McDermott menambahkan.

Kasus serupa menimpa pasangan asal Kanada, Kathy Witterick dan David Stocker. Tahun lalu mereka menghadapi kecaman lantaran bersikeras membesarkan anak mereka dengan gender netral.

Dr Harold Koplewicz, psikiater anak di Amerika Serikat, merasa terganggu dengan fenomena itu. Ia menganggapnya sesat. "Ketika anak lahir, anak bukan batu tulis kosong. Orang memiliki otak laki-laki dan otak perempuan. Ada alasan mengapa anak laki-laki lebih kasar dan cenderuk keras, dan mengapa perempuan memiliki kemampuan membangun bahasa lebih baik." (eh) • VIVAnews

Lima Asuransi Terunik di Dunia

Demi melindungi aset berharganya, para selebritas tak ragu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, selain bakat, penampilan dan bagian tubuh tertentu kerap menjadi modal untuk tetap terus eksis di bidangnya.

Sejumlah nama selebritas seperti Mariah Carey, Heidi Klum, Rihanna dan hingga pemain sepak bola seperti Ronaldo mengeluarkan jutaan dolar demi mengasuransikan aset berharga mereka. 

Selain pesohor, ada beberapa orang biasa yang juga menghabiskan uang banyak demi melindungi asetnya dari kerusakan. Ini lima diantaranya:

1. Asuransi bokong
Sebuah hotel di Inggris merogoh kocek  £4 juta, setara Rp 55 miliar untuk mengasuransikan bokong seorang  karyawannya, Natalie Thomas. Sehari-hari, warga Luton, Bedfordshire memiliki tugas yang terbilang unik, yaitu menguji keempukan kasur pegas di hotel premium tersebut.
Sang "Direktur Kasur Pegas" ini harus menguji 24 tempat tidur setiap hari untuk menguji seberapa nyama  46.000 pegas dalam kasur.


2. Asuransi tangan
Gemma Howorth  menjadikan tangan indahnya sebagai sumber pernghasilan yang membuatnya hidup dalam kemewahan. Tak mengherankan ia mengasuransikan tangannya senilai £5 juta atau sekitar Rp71,4 miliar.

Tangannya menghiasi lebih dari 250 iklan di seluruh dunia. Dalam iklan Fairy Liquid, tangannya bahkan muncul menggantikan tangan Kate Moss dan Lily Cole yang didapuk menjadi model utama iklan produk kecantikan kulit itu.

3. Asuransi alat vital
Seorang aktor porno, Kieran Lee mengasuransikan alat vitalnya senilai US$ 1 juta atau setara Rp 9 miliar. Bintang film dewasa 28 tahun mengatakan ini adalah caranya untuk melindungi dirinya bila terjadi kecelakaan selama dia 'bekerja'.

Tak hanya Kieran, perusahaan tempatnya bekerja, Brazzers, juga ikut merogoh kocek dengan jumlah yang sama sebagai upaya berjaga-jaga apabila sang aktor mengalami kecelakaan yang melukai organ vitalnya.
Selama kariernya, Kieran telah membintangi lebih dari 800 judul film dewasa, dan 600 judul diantaranya dibuat oleh Brazzers.

4. Asuransi keperawanan
Tiga saudara perempuan asal Skotlandia mengarusuransikan keperawanan mereka senilai £1 juta atau Rp14 miliar di asuransi Essex. Tiga bersaudara ini merupakan bagian dari sebuah komunitas Kristen.

Salah seorang diantaranya telah membayar 100 ribu pondsterling sejak 2000 silam. Namun, belakangan asuransi ini dibatalkan karena ada keluhan dari Gereja Katolik yang memandang konsep tersebut tidak sah.

5. Asuransi lidah
Gennaro Pelliccia mengasuransikan lidahnya sebesar US$ 14 juta atau sekitar Rp124 miliar. Pelliccia telah mencicipi rasa puluhan ribu jenis kopi untuk merasakan perbedaan dan menentukan kualitasnya. Baginya, lidahnya sama pentingnya dengan pita suara seprang penyanyi atau kaki jenjang seorang supermodel.

• VIVAnews 

Situs Khusus Barang Mantan Kekasih

Membuang atau membakar benda-benda kenangan mungkin cara termudah melupakan kekasih. Tak peduli nilainya mahal atau tidak, yang penting benda-benda itu tak lagi muncul di hadapan mata.

Fenomena jamak di kalangan mereka yang patah hati itulah yang menginspirasi Annabel Acton, 28, wanita asal Australia yang bermukim di New York, untuk menggarap ladang bisnis baru.

Acton merasakan betul hasrat untuk mengenyahkan setumpuk hadiah pemberian mantan kekasihnya. Namun, wanita yang mengalami kehancuran hubungan menjelang Natal lalu itu merasa tak tega jika hadiah-hadiah itu harus berakhir di tempat sampah.

Naluri bisnisnya tersentil. Ia segera membangun sebuah website untuk menjual dua tiket perjalanan ke London, sejumlah benda seni dan perhiasan pemberian dari sang mantan. Tak hanya menjual benda pribadinya, ia juga memfasilitasi orang-orang senasib yang ingin menjual kado-kado menyedihkan.

Mengintip situs bertajuk neverlikeditanyway.com tersebut, Anda akan menjumpai beragam benda-benda khas seperti, paket perjalanan, kalung, gelang, anting, cincin, boneka, dan gaun. Yang paling banyak adalah cincin permata dan gaun pengantin.

Salah satunya adalah gaun pengantin putih seharga US$700 atau lebih Rp6 juta. Meski belum terpakai, gaun itu dibandrol dengan harga US$400 atau tak sampai Rp4 juta. "Aku jatuh cinta dengan gaun ini, tapi sayang hubungan kami berakhir. Dia rupanya penipu!" kata pemilik akun beccey0609, yang menjual gaun ini, dikutip Daily Telegraph.

Benda lain yang ditawarkan adalah paket pernikahan selama tiga hari di New York, kalung silver Tiffany, dan boneka Teddy Bear yang disertai keterangan 'Hadiah Pertama Valentine-ku!!!'.

"Melihat semua benda ini memang menyedihkan. Lebih baik pernah mencintai dan kehilangan daripada tidak mencintai sama sekali. Aku ingin sesuatu yang tak cengeng," kata Acton kepada New York Post. "Mereka harus melanjutkan hidup dan tak boleh menangis."

Pendirian website semacam itu sebenarnya bukan ide baru. Di Milan, Italia, ada pasar 'Ex and The City', yang khusus menampung dan menjual barang-barang bekas pemberian mantan kekasih. Idenya sama, agar pemilik cepat melupakan mantan, dan terbebas dari patah hati.

Pasar loak ini banyak didatangi menjelang hari Valentine, karena banyak orang yang mencari hadiah untuk kekasih mereka. Kondisi barang pun kebanyakan masih dalam kondisi baik.


• VIVAnews

Situs Khusus Ungkap Alasan Perpisahan

Pengumuman perceraian salah satu pasangan paling mesra di Hollywood, Seal dan Heidi Klum, menimbulkan banyak pertanyaan. Alasan mereka: "kami tumbuh secara terpisah",  tidak memberikan  informasi yang cukup mengenai hubungan mereka yang gagal.

Sebuah situs terbaru, WotWentWrong, menawarkan solusi bagi pasangan yang mengalami masalah. Aplikasi ini menghubungkan pasangan satu sama lain melalui formulir online, memberi jarak bagi pasangan dengan hubungan yang merenggang. Aplikasi yang sama juga dapat ditanamkan dalam ponsel.

Di dalamnya ada beberapa template surat khusus kepada mantan pasangan, pasangan yang bingung memutuskan atau tak boleh bertemu karena menjalani hukuman. Dari surat tersebut, pasangan dapat meminta umpan balik untuk mengetahui apa sebenarnya masalah yang mereka hadapi.

Sebelas surat ini menawarkan gaya berbeda untuk mendekati sebuah subyek yang rumit, mulai dari gaya 'sembrono',  'dingin', 'filosofis' hingga 'tidak benar-benar jatuh cinta'.

Ada juga gaya 'menyanjung' yang akan memberi sejumput sanjungan untuk ego pasangan sebelum melancarkan 'pukulan'. Misalnya, "Saya pikir Anda orang yang luar biasa. Kita berbagi beberapa momen fantastis dan membahagiakan bersama, tapi jelas sesuatu telah terjadi dan mengubah keadaan."

Atau gaya filosofis yang memungkinkan adanya uluran tangan. Misalnya surat berisi, "pengetahuan adalah sebuah investasi dan saya ingin tahu apa yang salah dengan kita. Semua ini untuk saya sendiri."

Meskipun aplikasi menyediakan struktur kasar, penggunanya dapat menambahkan rincian lebih lanjut. Beberapa tips juga disediakan selama pengguna menulis, diantaranya "selesaikan surat itu" atau "cobalah bersikap baik".

Setelah selesai, surat dikirim ke mantan yang akan diberi waktu menjawab. Jawabannya telah disiapkan dalam bentuk pertanyaan antara lain 'Apakah Anda menemukan orang lain yang menarik' atau 'merasa tak puas dalam kehidupan seks'.

Pencipta situs ini berharap pasangan yang mengalami hubungan buruk membuka wawasan dan perilaku lebih baik untuk kelangsungan hubungan Anda selanjutnya. Beberapa penggunanya mengatakan aplikasi ini sangat membantu mereka mengetahui adanya ketertarikan setelah kencan pertama atau hubungan yang berakhir karena terlalu cepat merespon tiga kata: aku cinta kamu.

Meski teknologi kini memudahkan hubungan yang berakhir, situs juga mengingatkan sebaiknya pasangan yang bermasalah berbicara secara langsung atau via telepon, mengingat semua yang telah dilalui bersama-sama. • VIVAnews
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna