Cetak Gol Aneh, Cavani Berterima Kasih pada Ivanovic

Auzan Julikar Sutedjo
Liputan Menarik, NAPOLI – Mimpi Napoli untuk melaju ke perempat final semakin mendekati kenyataan. Satu kaki Il Partenopei sudah berada di sana berkat kemenangan meyakinkan 3-1 atas Chelsea di leg pertama babak 16 besar. Salah satu gol Il Vesuviani dicetak oleh Edinson Cavani lewat bahunya.

Gol Cavani di penghujung babak pertama di menit ke-45+2 itu berperan besar meruntuhkan moral Chelsea. Gol bomber bernama lengkap Edinson Roberto Cavani Gomez itu membalikan kedudukan menjadi 2-1 setelah sebelumnya Ezequiel Lavezzi di menit ke-39 menyamakan skor dari gol Juan Mata di menit ke-27.

Dari tayangan ulang terlihat mantan penyerang Palermo itu mencetak gol lewat bahunya. Cavani mengakui bek The Blues Branislav Ivanovic berjasa atas gol anehnya itu.

“Ivanovic mendorong saya dengan kepalanya dan itu membuat saya lebih mendekati bola, menembaknya dengan bahu saya,” kata Cavani seperti dikutip dari
Football-italia, Rabu (22/2/2012).

Napoli berhasil membayar kemunduran mereka di Serie A dengan penampilan hebat di kompetisi para raja. Napoli kini hanya menempati peringkat keenam dan terpaut lima poin dari zona Liga Champions.

Namun, di Liga Champions mereka menjadi tim yang berbeda. Edinson Cavani dkk. berpeluang besar ke perempat final, sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan oleh legenda terbesar Napoli sepanjang masa, Diego Maradona.

“Itu merupakan pertandingan hebat dari semua orang dan kami bersiap dengan luar biasa. Di akhir laga kami menyadari bahwa kami memenangi undian yang sulit melawan tim kelas dunia,” cetus Cavani.

“Pengetahuan ini memberi kami kekuatan untuk meneruskan mimpi menembus perempat final,” harap Cavani.

“Di Eropa lebih banyak ruang untuk menyerang mengingat semua tim bermain untuk menang, sebaliknya di kompetisi domestik beberapa lawan bertahan untuk mendapatkan poin atau menyerang kami lewat serangan balik,” sebut penyerang asal Uruguay berusia 25 tahun tersebut.

Foto Kecil Diunggah ke Facebook, Pria ini Tuntut Keluarganya

Andina Librianty
Liputan Menarik, CALIFORNIA - Mengunggah foto masa kecil di Facebook bukanlah tindakan yang aneh. Tapi terkadang foto yang diunggah di Facebook, tidak disukai oleh beberapa orang.

Salah satunya adalah Aaron Olson asal Chisago City, Minnesota, Amerika Serikat (AS). Pria ini mengajukan tuntutan terhadap pamanya, Randal LaBrie untuk kasus pelecehan. Tuntutan ini karena LeBrie memposting foto masa kecil Olson yang berpose di depan pohon Natal, dan dilengkapi sebuah keterangan.

Tapi sepertinya pengadilan tidak berpihak pada Olson. Menurut pengadilan distrik Minnesota, mengunggah foto yang dianggap tidak menarik bukanlah alasan untuk sebuah tuntutan tentang pelecehan.

Sang hakim, Natalie E. Hudson memutuskan bahwa, "Untuk memutuskan sebuah pelecehan, ada kata-kata yang harus membawa dampak buruk yang besar pada keselamatan, keamanan atau privasi orang lain," jelasnya, seperti dilansir Mashable, Rabu (22/2/2012).

Olson sebelumnya telah meminta pamannya untuk menghapus foto atau diedit dan menghilangkan gambarnya yang ada di foto. Meski akhirnya LaBrie menuruti keinginan Olson dengan tidak men-tag foto itu lagi, tapi dia mengatakan jika Olson tidak suka maka seharusnya menjauhi Facebook.

Faktanya, LaBrie dan Olson tidak menjalin pertemanan di Facebook dan dengan masalah ini menunjukkan bahwa ada sebuah drama keluarga yang diungkapkan lewat gugatan tersebut.

Lamaran Anang-Ashanty Dihiasi Bunga dari Luar Negeri

Egie Gusman
Liputan Menarik, JAKARTA- Acara lamaran Anang dan Ashanty terasa begitu istimewa. Tempat acara lamaran disulap menjadi tempat yang anggun penuh dengan hiasan bunga.

Bunga yang menjadi hiasannya pun kebanyakan di pesan dari luar negeri. Untuk memesan bunga tersebut kedua pasangan itu memesan dari seminggu yang lalu.

"Tulip, brasika (China), babybreath, caspea, lithianthus, rose dan lilly," urai penata dekorasi, Inal Hatta Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Untuk bunga, Rina Gunawan selaku ketua wedding organizer (WO) mengaku selau kordinasi dengan Ashanty. Karena menurutnya, Ashanty sangat detail dan ingin serbasempurna.

"Kita kasih tau dulu ke Ashanty terutama, dia detail dan perfectionis, apapun ditanya seperti, warna bunga," kata Rina. 

Sedangkan untuk pakaian, Ashanty mengenakan kebaya berwarna ungu muda rancangan desainer ternama, Amy Atmanto. Untuk makanan, kedua pasangan itu memesan menu makanan khas Jawa.

"Kalau makanan dari Hotel Shangrila menyediakan, nasi keraton, bakwan surabaya, daerah jawa, desert dan sate bar," tutupnya.

FPI: Semua Televisi Tak Boleh Tayangkan Film '?'

Elang Riki Yanuar
Liputan Menarik, JAKARTA- Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan menegur keras semua televisi yang akan menayangkan film ? (Tanda Tanya). Teguran keras FPI sudah disampaikan sebelumnya kepada SCTV yang menayangkan film ?.

"Sikap kita ini bukan untuk SCTV saja, tapi semua televisi yang berani menayangkan film ?. Saya ingatkan, semua televisi tidak boleh menayangkan film ? karena bisa merusak akidah umat," tegas ketua FPI Jakarta, Habib Salim Alatas saat berbincang dengan okezone, Sabtu (25/2/2012).

Film ? akhirnya tayang di SCTV pada Jumat (24/2) malam. FPI pun bereaksi keras dengan berniat mendatangi kantor SCTV. Menurut habib yang akrab disapa Habib Selon ini, pihaknya akan terus mengawasi semua televisi yang berani menayangkan film garapan Hanung Bramantyo itu.

"Biar cuma dipotong beberapa menit tetap kita tidak mau dan tidak setuju film ini ditayangkan di televisi. Ini film menyesatkan kenapa ditayangin. Sudah jelas-jelas melanggar akidah kenapa masih saja ditonton. Kita akan bertindak keras dengan SCTV karena menayangkan," katanya.

Film ? dikecam sejumlah ormas Islam karena dianggap menyebarkan paham pluralisme yang pernah diharamkan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tahun lalu, FPI pernah mendatangi kantor SCTV karena berniat menayangkan film ?. Rencana itu sempat batal, namun akhirnya film itu ditayangkan tadi malam.


Ditemukan 'Monster Laut Dalam'

Andina Librianty
Liputan Menarik - KOPENHAGEN - Terlihat seperti monster, mahluk laut berukuran kecil ini tampak seperti berasal dari planet lain. Hidup jauh terasing dari sinar, mahluk yang tampak menakutkan ini berada di bagian bawah laut terdalam bumi.

Gambar-gambar menakjubkan dari Polychaetes atau cacing skala, menunjukkan bagaimana mahluk ini telah berevolusi untuk bertahan dari tekanan kuat lebih dari seribu meter di bawah permukaan air, di mana sinar matahari tidak bisa menembusnya. Diharapkan penemuan dari daerah ini bisa memberikan titik terang, pada kemungkinan adanya kehidupan di planet lain.

Detail dari gambar Polychaetes ini memperlihatkan mulut mereka yang bisa keluar masuk, sehingga lebih mudah untuk melumat mangsa. Gambar ini terungkap dalam serangkaian gambar yang baru saja dirilis oleh para peneliti laut dalam.

Mahluk-mahluk yang panjangnya lebih dari dua atau tiga sentimeter, merupakan bagian dari sebuah ekosistem yang tidak diketahui hingga 40 tahun lalu. Tapi sejak 1970-an, perkembangan teknologi telah memungkinkan eksplorasi yang lebih dalam dan memungkinakan para ilmuwan meninjau kembali gagasan mereka tentang dasar laut dalam.

Bukannya menemukan sebuah gurun tandus, mereka justru menemukan komunitas beragam mahluk hidup di sana dan di sekitar ventilasi hidrotermal. Lebih populer dikenal sebagai 'smokers', ventilasi hidrotermal ini merupakan retakan di dasar laut yang biasnaya ditemukan di sekitar zona gempa, gunung berapi dan tepi lempeng tektonik.

Ventilasi hidrotermal ini melepaskan air super panas dan koktail bahan kimia, yang menyediakan rumah untuk makhluk seperti cacing skala. Mahluk-mahluk ini merangkak di sepanjang dasar laut dekat ventilasi, dan menggunakan 'gigi setan' untuk mengunyah bakteri dan organisme sederhana yang berkembang di air panas.

Komunitas ventilasi mendapatkan energi dari kimia daripada fontosintesis, karena cahaya tidak mencapai kedalaman. Hal ini menyebabkan beberapa hubungan aneh, yaitu cacing skala adalah host bakteri tosymbiotic yang dapat menyediakan nutrisi.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa cacing mungkin bergantung pada bakteri untuk bertahan hidup. Kemampuan cacing skala untuk berada di kondisi paling keras yang dikenal manusia, membuat makhluk ini menarik bagi Daniel Desbruyeres, seorang peneliti senior di I'Lfremer, French Research Institute for Exploration of the Sea.

"Penemuan terakhir dari ventilasi hidrotermal telah mengubah pandangan kita tentang dunia laut secara keseluruhan," ujar Desbruyeres, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (24/2/2012).

Menurutnya wilayah laut dalam adalah salah satu habitat yang paling beragam di dunia, namun persepsi manusia tentang itu semua baru merupakan tahap awal.

Sumber: okezone.com|Ditemukan 'Monster Laut Dalam' 
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna