Foto Kecil Diunggah ke Facebook, Pria ini Tuntut Keluarganya

Andina Librianty
Liputan Menarik, CALIFORNIA - Mengunggah foto masa kecil di Facebook bukanlah tindakan yang aneh. Tapi terkadang foto yang diunggah di Facebook, tidak disukai oleh beberapa orang.

Salah satunya adalah Aaron Olson asal Chisago City, Minnesota, Amerika Serikat (AS). Pria ini mengajukan tuntutan terhadap pamanya, Randal LaBrie untuk kasus pelecehan. Tuntutan ini karena LeBrie memposting foto masa kecil Olson yang berpose di depan pohon Natal, dan dilengkapi sebuah keterangan.

Tapi sepertinya pengadilan tidak berpihak pada Olson. Menurut pengadilan distrik Minnesota, mengunggah foto yang dianggap tidak menarik bukanlah alasan untuk sebuah tuntutan tentang pelecehan.

Sang hakim, Natalie E. Hudson memutuskan bahwa, "Untuk memutuskan sebuah pelecehan, ada kata-kata yang harus membawa dampak buruk yang besar pada keselamatan, keamanan atau privasi orang lain," jelasnya, seperti dilansir Mashable, Rabu (22/2/2012).

Olson sebelumnya telah meminta pamannya untuk menghapus foto atau diedit dan menghilangkan gambarnya yang ada di foto. Meski akhirnya LaBrie menuruti keinginan Olson dengan tidak men-tag foto itu lagi, tapi dia mengatakan jika Olson tidak suka maka seharusnya menjauhi Facebook.

Faktanya, LaBrie dan Olson tidak menjalin pertemanan di Facebook dan dengan masalah ini menunjukkan bahwa ada sebuah drama keluarga yang diungkapkan lewat gugatan tersebut.

Lamaran Anang-Ashanty Dihiasi Bunga dari Luar Negeri

Egie Gusman
Liputan Menarik, JAKARTA- Acara lamaran Anang dan Ashanty terasa begitu istimewa. Tempat acara lamaran disulap menjadi tempat yang anggun penuh dengan hiasan bunga.

Bunga yang menjadi hiasannya pun kebanyakan di pesan dari luar negeri. Untuk memesan bunga tersebut kedua pasangan itu memesan dari seminggu yang lalu.

"Tulip, brasika (China), babybreath, caspea, lithianthus, rose dan lilly," urai penata dekorasi, Inal Hatta Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (25/2/2012).

Untuk bunga, Rina Gunawan selaku ketua wedding organizer (WO) mengaku selau kordinasi dengan Ashanty. Karena menurutnya, Ashanty sangat detail dan ingin serbasempurna.

"Kita kasih tau dulu ke Ashanty terutama, dia detail dan perfectionis, apapun ditanya seperti, warna bunga," kata Rina. 

Sedangkan untuk pakaian, Ashanty mengenakan kebaya berwarna ungu muda rancangan desainer ternama, Amy Atmanto. Untuk makanan, kedua pasangan itu memesan menu makanan khas Jawa.

"Kalau makanan dari Hotel Shangrila menyediakan, nasi keraton, bakwan surabaya, daerah jawa, desert dan sate bar," tutupnya.

FPI: Semua Televisi Tak Boleh Tayangkan Film '?'

Elang Riki Yanuar
Liputan Menarik, JAKARTA- Front Pembela Islam (FPI) berjanji akan menegur keras semua televisi yang akan menayangkan film ? (Tanda Tanya). Teguran keras FPI sudah disampaikan sebelumnya kepada SCTV yang menayangkan film ?.

"Sikap kita ini bukan untuk SCTV saja, tapi semua televisi yang berani menayangkan film ?. Saya ingatkan, semua televisi tidak boleh menayangkan film ? karena bisa merusak akidah umat," tegas ketua FPI Jakarta, Habib Salim Alatas saat berbincang dengan okezone, Sabtu (25/2/2012).

Film ? akhirnya tayang di SCTV pada Jumat (24/2) malam. FPI pun bereaksi keras dengan berniat mendatangi kantor SCTV. Menurut habib yang akrab disapa Habib Selon ini, pihaknya akan terus mengawasi semua televisi yang berani menayangkan film garapan Hanung Bramantyo itu.

"Biar cuma dipotong beberapa menit tetap kita tidak mau dan tidak setuju film ini ditayangkan di televisi. Ini film menyesatkan kenapa ditayangin. Sudah jelas-jelas melanggar akidah kenapa masih saja ditonton. Kita akan bertindak keras dengan SCTV karena menayangkan," katanya.

Film ? dikecam sejumlah ormas Islam karena dianggap menyebarkan paham pluralisme yang pernah diharamkan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tahun lalu, FPI pernah mendatangi kantor SCTV karena berniat menayangkan film ?. Rencana itu sempat batal, namun akhirnya film itu ditayangkan tadi malam.


Ditemukan 'Monster Laut Dalam'

Andina Librianty
Liputan Menarik - KOPENHAGEN - Terlihat seperti monster, mahluk laut berukuran kecil ini tampak seperti berasal dari planet lain. Hidup jauh terasing dari sinar, mahluk yang tampak menakutkan ini berada di bagian bawah laut terdalam bumi.

Gambar-gambar menakjubkan dari Polychaetes atau cacing skala, menunjukkan bagaimana mahluk ini telah berevolusi untuk bertahan dari tekanan kuat lebih dari seribu meter di bawah permukaan air, di mana sinar matahari tidak bisa menembusnya. Diharapkan penemuan dari daerah ini bisa memberikan titik terang, pada kemungkinan adanya kehidupan di planet lain.

Detail dari gambar Polychaetes ini memperlihatkan mulut mereka yang bisa keluar masuk, sehingga lebih mudah untuk melumat mangsa. Gambar ini terungkap dalam serangkaian gambar yang baru saja dirilis oleh para peneliti laut dalam.

Mahluk-mahluk yang panjangnya lebih dari dua atau tiga sentimeter, merupakan bagian dari sebuah ekosistem yang tidak diketahui hingga 40 tahun lalu. Tapi sejak 1970-an, perkembangan teknologi telah memungkinkan eksplorasi yang lebih dalam dan memungkinakan para ilmuwan meninjau kembali gagasan mereka tentang dasar laut dalam.

Bukannya menemukan sebuah gurun tandus, mereka justru menemukan komunitas beragam mahluk hidup di sana dan di sekitar ventilasi hidrotermal. Lebih populer dikenal sebagai 'smokers', ventilasi hidrotermal ini merupakan retakan di dasar laut yang biasnaya ditemukan di sekitar zona gempa, gunung berapi dan tepi lempeng tektonik.

Ventilasi hidrotermal ini melepaskan air super panas dan koktail bahan kimia, yang menyediakan rumah untuk makhluk seperti cacing skala. Mahluk-mahluk ini merangkak di sepanjang dasar laut dekat ventilasi, dan menggunakan 'gigi setan' untuk mengunyah bakteri dan organisme sederhana yang berkembang di air panas.

Komunitas ventilasi mendapatkan energi dari kimia daripada fontosintesis, karena cahaya tidak mencapai kedalaman. Hal ini menyebabkan beberapa hubungan aneh, yaitu cacing skala adalah host bakteri tosymbiotic yang dapat menyediakan nutrisi.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa cacing mungkin bergantung pada bakteri untuk bertahan hidup. Kemampuan cacing skala untuk berada di kondisi paling keras yang dikenal manusia, membuat makhluk ini menarik bagi Daniel Desbruyeres, seorang peneliti senior di I'Lfremer, French Research Institute for Exploration of the Sea.

"Penemuan terakhir dari ventilasi hidrotermal telah mengubah pandangan kita tentang dunia laut secara keseluruhan," ujar Desbruyeres, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (24/2/2012).

Menurutnya wilayah laut dalam adalah salah satu habitat yang paling beragam di dunia, namun persepsi manusia tentang itu semua baru merupakan tahap awal.

Sumber: okezone.com|Ditemukan 'Monster Laut Dalam' 

Tersambar Petir, Pohon Oak Disulap Jadi Kapel Unik

Pasha Ernowo
Liputan menarik - PEMANDANGAN sangat unik akan Anda temui apabila menyambangi sebuah desa di Prancis bernama Allouville-Bellefosse. Desa ini terkenal dengan kapel yang dibangun dari sebuah pohon oak.

Arsitektur kapal tergolong sederhana tetapi unik, misalnya tangga kayu spiral yang mengarah ke beberapa kamar. Kapel indah ini selalu digunakan sebagai tempat ibadah oleh penduduk desa setempat.

Usia pohon sampai kini masih menjadi perdebatan, tapi semua orang setuju bahwa ini adalah pohon tertua di Prancis. Pohon ini diketahui telah tumbuh di abad ke-13, pada masa pemerintahan Louis IX, ketika Prancis adalah sebuah kerajaan. Demikian seperti dikutip Odditycentral, Kamis, (23/2/2012).

Sekira 500 tahun lalu, pohon tersebut disambar petir di satu malam penuh badai. Akibatnya, pohon terbakar namun akarnya masih menancap kuat. Meskipun berongga dan terbakar tepat di tengah pohon, cabang dan daun baru terus tumbuh dan biji-bijian yang diproduksi terus berlimpah.

Mengingat keajaiban yang terjadi, pohon dipatok sebagai semacam tempat suci, dan orang-orang merasa tempat tersebut layak dijadikan tempat berziarah. Tangga dan kapel dibangun segera setelahnya. Lubang di pohon itu dikhususkan untuk patung Perawan Maria, dan warga Katolik lokal membayar kunjungan setiap tahun.

Pohon itu memiliki pemandangan yang sangat cantik sehingga diperlakukan sebagai warisan nasional Prancis. Jika Anda kebetulan berada di wilayah Prancis, sempatkanlah berkunjung ke kapel pohon ini.

 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna