Pilih Skripsi atau Cinta?

Share this history on :
Rifa Nadia Nurfuadah-okezone
skripsi atau cinta
TAHUN terakhir di kampus adalah saatnya kita serius menghadapi perkuliahan dan meraih kelulusan. Tetapi, di tengah berbagai stres yang melanda, kita justru bertemu seseorang yang membuat kita jatuh cinta.

Dilema pun muncul. Haruskah kita fokus pada kuliah dan skripsi, atau justru menuruti perasaan dan mendapatkan si pujaan hati? 

Ketika masih menjadi mahasiswa baru, kita dapat dengan mudah menjalani masa pacaran tanpa melupakan kewajiban kuliah. Tetapi, tahun terakhir kuliah berarti kita harus berkutat dengan skripsi, dan bahkan mulai memikirkan rencana pekerjaan di masa depan.

Tidak heran, kita pun akan membutuhkan usaha lebih keras untuk mempertahankan hubungan dengan sang pacar, atau malah memulai hubungan baru. Tetapi ini bukan berarti pacaran di awal masa kuliah lebih mudah. Kenyataannya, merencanakan hidup setelah masa kuliah dengan seseorang yang spesial terbukti dapat sangat menantang. 

Jika kamu benar-benar mencintai seseorang dan telah menjalin hubungan cukup lama dengannya, tidaklah realistis juga untuk memutuskan berpisah hanya karena kamu ingin konsentrasi kuliah. Tetapi jika kamu bertemu dengan sang belahan jiwa di tahun terakhir kuliah, maka kamu perlu mempertimbangkan baik dan buruknya sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius. Pasalnya, di tengah kesibukan dan kewajiban yang menumpuk, kita akan kesulitan menyeimbangkan waktu antara kuliah, skripsi, melamar kerja atau beasiswa pascasarjana, dengan kemungkinan memulai suatu hubungan baru.

Situs College Cures, Sabtu (18/2/2012) melansir, ketika kita bertemu seseorang di tahun terakhir kuliah, kita perlu 'melihat' apa yang akan terjadi setelah lulus. Kita perlu juga mempertimbangkan visi pasangan tentang hubungan yang sedang kita jalani. Apakah kita dan sang pacar sama-sama menginginkan hubungan jangka panjang dengan kemungkinan pernikahan, atau hanya sebatas mengisi kekosongan dan bersenang-senang.

Memang, tidak ada salahnya dengan menjalin hubungan dengan seseorang dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan. Tetapi jika kita memang ingin fokus pada kuliah dan sedang tidak ingin berpacaran, maka akan lebih baik jika kamu tetap singel.

Tetapi, berpacaran di tahun terakhir kuliah dengan segudang kesibukan juga mungkin dilakukan. Pastikan saja kamu berbicara dari hati ke hati dengan sang pacar tentang rencana hidup kalian. Dengan begitu, kalian bisa mengompromikan keputusan-keputusan yang terbaik untuk berdua, dan khususnya sebagai mahasiswa yang sebentar lagi lulus.

Ingat saja, kamu telah berusaha keras untuk menjalani kuliah hingga tahun terakhir. Jadi, jangan langsung mengubah rencanamu untuk seseorang, kecuali kamu benar-benar mencintainya dan mengetahui bahwa yang kamu lakukan adalah hal yang benar.(rfa)
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : rhyanmawo@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...
 
cyb3rThanks For Visiting Gunakanlah Google Chome Untuk Tampilan Sempurna